GADUH … KEPALA SEKOLAH SDN 3 CIKAHURIPAN DIDUGA ADAKAN PUNGLI KE ORANG TUA MURID DAN BAYAR GURU HONORER YANG LAMA TAK MENGAJAR
Bandung Barat. Rois 7
Sekolah SDN 3 Cikahuripan kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat Menuai sorotan di kalangan orang tua Murid, pasalnya dua guru Honorer sudah lama tidak mengajar hingga kegiatan belajar mengajar tidak efektif ,Selasa 19/8
Menurut narasumber yang namanya minta di rahasiakan, semenjak di kepemimpinan ibu dwi Handayani M.pd di SDN 3 Cikahuripan ini.
“Orang tua siswa sering di pungut biaya
Seperti hal nya tahun ajaran baru di minta untuk membayar uang polmulir 25rb/ per siswa, dan lagi orang tua di minta lagi untuk membayar untuk sampul raport, Fhoto,KiA, sebesar 125.000rb sampai 180.000 per siswa. Dan lagi kami di minta iuran 100rb untuk pembayaran wifi” ujarnya”
lebih lanjut, masih banyak lagi pungutan yang di pinta seperti tembok benteng yang roboh kami iuran 80rb/ per siswa,dan guru meminta untuk ATK kepada orang tua untuk kegiatan belajar mengajar pada saat penilaian sumatip, Senin 08/08/25
Sementara itu yang lebih parahnya lagi dua Guru Honorer Bu Adel dan pa Arif yang sudah lama tidak pernah mengajar tapi masih menerima gajih honorer dan masih tercatat di dapodik.
Hingga sampai di paksakan seorang penjaga sekolah yang bernama Margono di suruh oleh kepala sekolah untuk mengajar di PJOK, Sungguh miris kami sebagai orang tua, tutup nya”
Di tempat terpisah menurut narasumber yang lain, kegiatan belajar mengajar di sekolah ini sungguh tidak efektif.
“Dan kami pun sebagai orang tua Murid dan para tokoh masyarakat, sudah membuat surat pengaduan ke pihak dinas pendidikan yang selama ini di pimpin oleh Dwi Handayani sebagai kepala sekolah, meminta untuk di ganti kan. Karena orang tua murid sudah merasa resah atas kebijakan beliau, apalagi kepala sekolah jarang masuk kantor, dan dua guru honorer yang lama tidak masuk itu adalah anak dari kepala sekolah” ucap nya kepada awak media”
Harapan nya lebih lanjut,Kasus ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pendidik mengenai tindakan tegas yang akan diambil terkait ketidakhadiran dua guru Honorer yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Situasi ini menjadi perhatian publik, terutama bagi orang tua murid dan masyarakat sekitar, yang berharap agar proses pendidikan di SDN 3 Cikahuripan dapat berjalan dengan baik dan optimal.
Di tempat terpisah saat di konfirmasi oleh awak media, kepala sekolah Dwi Handayani M.pd mengatakan terkait pormulir pendaftaran sebetulnya hanya untuk oprasinal saja.
” Di karenakan pada saat itu panitia dan operator pada mudik sehingga saya menyuruh orang pegawai photo copy untuk bikin keterangan surat pertanggung jawaban hak mutlak peserta didik,jadi wajar itu untuk oprasinal” ujar nya”
Lebih lanjut, terus terkait pemungutan uang sampul raport, Fhoto, KIA.itu saya tidak pernah meng instruksi kan, cuman saya mendengar itu di akomodir oleh bendahara sekolah, dan itu bukan kebijakan saya.
Di singgung terkait pemungutan iuran wifi dan iuran benteng sekolah,Dwi Handayani menjawab bahwa pihaknya tidak merasa meminta kepada orang tua murid,karna itu sudah di sediakan oleh dana bos.
Terus terkait dua guru honorer.saya katakan itu tugasnya hanya di bagian administrasi dan ekstrakurikuler jadi tidak tiap hari untuk mengajar, dan dua Guru Honorer itu memang anak saya”tegasnya”
Hingga pemberitaan ini ditayangkan berharap pemerintah kabupaten Bandung Barat, khusus nya Dinas pendidikan agar menjadi perhatian yang lebih serius, dan di harapkan Pihak aparat penegak hukum (APH) di harapkan Menyikapi atas peristiwa yang di alami SDN 3 Cikahuripan.
( TIM)







