SUHANDI : DIREKTUR RSUD CIKALONG WETAN DAN KADINKES KBB HARUS TANGGUNG JAWAB AKIBAT SALAH DIAGNOSA PENYAKIT

Bandung Barat Rois7
Suhandi salah satu pemerhati lingkungan dan kesehatan kabupaten Bandung Barat menyoroti permasalahan adanya dugaan diagnosa medis yang membuat pasien dan keluarga nya panik .

Saat Tim media ROIS 7 menjambangi Suhandi alias Awing di sekretariat nya ,kamis 29/5 mengatakan yang namanya diagnosa, atau diagnosis, adalah proses menentukan jenis penyakit atau kondisi medis yang diderita seseorang. Proses ini melibatkan pengumpulan informasi, seperti riwayat medis pasien, pemeriksaan fisik, dan tes diagnostik. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi penyebab gejala yang dialami pasien dan menentukan rencana perawatan yang tepat. Adapun
Proses diagnosa melibatkan beberapa langkah penting diantaranya

– Pengumpulan Informasi: Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien, termasuk gejala yang dialami, riwayat penyakit keluarga, dan pengobatan sebelumnya. Pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk menilai kondisi pasien secara keseluruhan.

– Tes Diagnostik: Berbagai tes dapat dilakukan untuk membantu memastikan diagnosis, seperti tes darah, tes urine, pencitraan medis (rontgen, USG, CT scan, MRI), dan biopsi

– Interpretasi Data: Dokter akan menganalisis semua informasi yang dikumpulkan untuk menentukan diagnosis yang paling tepat.

Masih menurut Awing pentingnya Diagnosa yang Tepat dan akurat sangat penting untuk menentukan rencana perawatan yang efektif dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien. Diagnosis yang salah dapat menyebabkan pengobatan yang tidak tepat, memperburuk kondisi pasien, bahkan berujung pada komplikasi serius.ujarnya

Jadi kesimpulan diagnosa penyakit adalah proses penting dalam perawatan medis yang bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi medis yang diderita pasien. Proses ini melibatkan pengumpulan informasi, pemeriksaan fisik, dan tes diagnostik untuk menentukan diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang tepat. Ujarnya

Masih menurut Awing bukan saja pasien dan keluarga nya yang panik atas kejadian isteri Haris Hermansyah yang hasil diagnosanya bahwa isteri beliau hasil diagnosa pecah pembuluh darah.

Pihak RSUD Cikalong Wetan harus bertanggung jawab karena banyak pasien yang datang berobat selalu salah dalam diagnosa dan mereka kapok berobat lagi ke RSUD Cikalong Wetan.

Kami mohon kepada Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Bandung Barat H.Asep Ismail untuk memindahkan Kadinkes KBB dr Ridwan dan direktur RSUD Cikalong Wetan dr.wahyu .supaya dalam pengelolaan dan pelayanan Baik di lingkungan Dinkes dan RSUD Cikalong Wetan lebih baik dari sekarang.imbuhnya

Saat Redaksi media ROIS 7 akan mengkonfirmasi ke Kadinkes dr Ridwan lewat telepon selulernya dan sampai berita ini ditayangkan tidak diangkat.

( Red)