Desa Nyenang Menggelar acara Seni Budaya

Bandung Barat Rois 7

Seiring perkembangan jaman semakin maju dan pesatnya teknologi maka di tuntut kita harus dan mau tidak mau menggeluti atau belajar supaya tidak ketinggalan informasi yang berkembang pada jaman sekarang.

Seni budaya adalah salah satunya pemersatu bangsa, oleh karena itu janganlah menjauhi seni itu sendiri, di karenakan seni sebagai pelunak rasa benci.

Desa Nyenang Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat selalau menjaga dan melestarikan khasanah budaya yang merupakan warisan turun temurun dari Nenek Moyang yang mana kita harus menjaga, merumat, melestarikan, mempertahankan dan mempromosikan ke Dunia luar.

Kepala Desa Nyenang Wawan Saputra, S. IP. Menggelar acara kearifan lokal mengangkat seni budaya, pada hari ini tanggal 19 Februari 2025 yang bertempat di padepokan seni budaya Desa Nyenang.

Pelaksanaan pagelaran seni budaya di hadiri oleh Camat Cipeundeuy, Kabid Kebudayaan KBB, Kepala Desa se – Kecamatan Cipeundeuy, para tokoh seniman seniwari dan para seniman se – Desa Nyenang.

Adat istiadat berbagai macam atau ragam tergantung ke daerahnya atau wilayahnya masing – masing tempat, seperti halnya Kepala Desa Nyenang Wawan Saputra, S. IP yang selalau mengangkat khasanah seni budaya tiap taunya menjadi agenda.

Bahkan ada yang unik di Desa Nyenang yaitu salah satunya upacara sakral memandikan Kucing ( Ngamandian Ucing ) yang mana tradisi ini sudah turun menurun dari Nenek Moyang dan sampai sekarang masih di pertahankan dan di lestarikan,
upacara sakral memandikan kucing ini biasanya untuk permintaan hujan dan tidak sembarangan orang bisa melakukannya ada tatacaranya sendiri.

Wawan Saputra, S. IP sangat peduli terhadap seni budaya warisan Nenek Moyang, ini terbukti dari perjuangannya sampai sekarang tidak punah bahkan kesenian – kesenian yang ada pun tetap di lestarikan. Adapun seni budaya lokal di antaranya kaulinan urang lembur, Tolak bala, penca silat, jaipongan, Ngamandian Ucing, dll.

Sesuai dengan harapan yang di inginkan mudah – mudahan semua warga bisa peduli lagi terhadap seni budaya kearifan lokal sekaligus bisa menjaga, dan mempromosikan, yang paling utama menjaga rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan ke amanan di lingkungan masing – masing, pungkasnya.

Penulis : Chandra