PELAYANAN DIPERTANYAKAN! Pasien Kritis Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang, Oknum Satpam Diduga Justru Ancam Pukul Keluarga Pasien yang Cemas, Pihak Puskesmas Terkesan “Bungkam”

BANDUNG BARAT, Rois7

Potret buram pelayanan kesehatan kembali mencoreng Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dugaan penelantaran pasien kritis hingga tindakan intimidatif oknum petugas keamanan (satpam) meletup di Puskesmas Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat Bukannya memberikan penanganan darurat secara cepat dan manusiawi,

oknum petugas justru melontarkan kata-kata menyudutkan, sementara oknum satpam diduga kuat mengancam akan memukul keluarga pasien yang sedang dilanda kecemasan luar biasa.
Peristiwa memilukan tersebut diungkapkan langsung oleh A, keluarga pasien, kepada awak media. A menceritakan kronologi saat dirinya panik membawa sang ayah yang dalam kondisi kritis dan sekarat agar segera mendapatkan pertolongan medis pertama di Puskesmas Jaya Mekar.

Namun, alih-alih mendapati penanganan responsif sesuai standar Operasional Prosedur (SOP) kegawatdaruratan, A justru disambut respons dingin dan kalimat yang tidak mencerminkan empati tenaga kesehatan.

“Petugasnya malah bilang: ‘Kenapa sudah parah begini baru dibawa ke sini atuh?’ Mendengar itu saya langsung sangat emosi. Bagaimana tidak, bapak saya sedang sekarat butuh pertolongan secepatnya, malah mendapat ucapan seperti itu,” cetus A dengan nada kecewa dan geram.

Penanganan Diduga Diumbar-Umbar, Oknum Satpam Malah Bergaya Premanisme
Kekecewaan A semakin memuncak ketika proses penanganan medis terhadap ayahnya terkesan dilambat-lambatkan tanpa alasan mendasar. Di tengah tekanan batin melihat kondisi ayahnya yang kian memburuk, A yang memuncak emosinya sempat memukul dashboard kendaraan/meja sebagai bentuk keputusasaan atas lambatnya respons tenaga medis.

Sangat disayangkan, tindakan spontan akibat kecemasan mendalam itu justru direspons secara represif oleh oknum satpam Puskesmas Jaya Mekar. Bukannya menenangkan atau membantu memfasilitasi komunikasi, oknum satpam tersebut diduga bersikap arogan dan mengancam hendak memukul A.

“Saya sangat kecewa sekali. Bapak saya kritis ditelantarkan, saya yang cemas malah diancam mau dipukul oleh satpam. Seharusnya mereka mengerti kondisi psikologis keluarga pasien, bukan malah bersikap seperti itu,” tegas A.

Tindakan ini jelas bertentangan dengan prinsip pelayanan publik dan etika fasilitas kesehatan. Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) memiliki kewajiban mutlak untuk memprioritaskan keselamatan jiwa (*life saving*) tanpa diskriminasi maupun penundaan.

Pihak Puskesmas Belum Memberikan Keterangan Resmi
Guna menjaga keberimbangan berita ( cover both sides ), tim awak media telah mendatangi Puskesmas Jaya Mekar untuk meminta klarifikasi dari pihak manajemen. Namun, upaya konfirmasi tersebut belum membuahkan hasil. Petugas pelayanan yang ditemui bergeming dan menyatakan seluruh pimpinan sedang tidak berada di tempat.

“Seluruh pimpinan sedang mengikuti rapat di luar kantor,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Sikap terkesan menghindar ini kian menambah daftar pertanyaan publik terkait komitmen serta profesionalisme manajemen Puskesmas Jaya Mekar dalam merespons aduan masyarakat.
Masyarakat dan keluarga korban kini mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat serta Pj Bupati/Bupati Bandung Barat untuk turun tangan melakukan evaluasi total dan memberikan sanksi tegas kepada oknum nakes maupun satpam yang terlibat.

Berita ini akan terus diperbarui seiring dengan dilakukannya upaya konfirmasi lanjutan kepada Dinas Kesehatan KBB, Manajemen Puskesmas Jaya Mekar, serta pihak-pihak terkait.

( RH )