OPINI: Menanti Ketegasan Bupati Jeje, Desa Cijambu Solusi Paling Realistis untuk Lokasi Sekolah Rakyat
Oleh: Ir. Apung Hadiat Purwoko, MSI
(Tokoh Masyarakat & Pemerhati Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat)
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Meski jajaran Dinas Perkim dan Dinas PUTR KBB dikabarkan telah turun ke lapangan untuk melakukan survei dan pengukuran di sejumlah titik—mulai dari Desa Cisomang Barat, Situwangi, Cikadu, Sindangkerta, Gununghalu, hingga Cijambu—namun hingga detik ini belum ada kejelasan konkret mengenai eksekusinya.
Kondisi ini memicu keresahan warga pemilik lahan. Mereka terus bertanya-tanya: kapan pembebasan lahan akan dimulai? Ketidakpastian ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut hak masyarakat dan masa depan pendidikan di Bandung Barat.
Titik Temu Efisiensi dan Pemerataan
Jika kita berbicara mengenai efektivitas dan dampak jangka panjang, saya berpandangan bahwa Desa Cijambu adalah lokasi yang paling tepat dan strategis untuk dipilih oleh Pemerintah Daerah (Pemda) KBB. Ada beberapa alasan fundamental mengapa Desa Cijambu harus menjadi prioritas:
* Keberpihakan pada Masyarakat Miskin: Di wilayah ini, konsentrasi anak-anak dari keluarga kurang mampu cukup tinggi. Menghadirkan fasilitas pendidikan berkualitas di sana adalah bentuk kehadiran negara yang nyata.
* Pemerataan Pembangunan Selatan: Selama ini, ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan KBB sering menjadi sorotan. Membangun sekolah di Cijambu akan menjadi pemicu (trigger) pemerataan infrastruktur di wilayah selatan.
* Akselerasi Ekonomi: Kehadiran lembaga pendidikan akan secara otomatis menghidupkan sektor ekonomi mikro di sekitarnya. Ini adalah langkah otomatisasi penguatan ekonomi kerakyatan.
Solusi Anggaran: Optimalisasi Dana CSR Proyek Cisokan
Satu hal yang paling krusial adalah mengenai pembiayaan. Mengingat kondisi APBD KBB yang harus dikelola dengan sangat hati-hati, Pemda sebenarnya memiliki peluang emas. Beberapa desa di wilayah tersebut masuk dalam area terdampak proyek strategis Cisokan.
Secara logika kebijakan, Pemda KBB dapat mendorong penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari proyek Cisokan untuk mendanai pembebasan lahan warga di Desa Cijambu. Dengan skema ini, Pemda KBB tidak perlu membebani APBD secara berlebihan. Tanah warga terbeli, sekolah terbangun, dan anggaran daerah bisa dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya.
Menunggu Ketegasan Bupati
Persoalan ini sekarang bermuara pada satu titik: Ketegasan pimpinan. Masyarakat Bandung Barat, khususnya di wilayah selatan, kini menaruh harapan besar kepada Bupati Jeje Ritchie Ismail. Diperlukan keberanian politik dan ketegasan instruksi agar dinas terkait segera menetapkan lokasi dan memulai proses pembebasan lahan. Jangan sampai hasil survei hanya menjadi tumpukan kertas tanpa realisasi.
Sudah saatnya janji pembangunan pendidikan ini diwujudkan. Jangan biarkan Cijambu dan desa-desa lainnya hanya menjadi objek pengukuran tanpa kepastian masa depan.
Editor: Rahmat Hidayat / tjandra






