Aliansi Masyarakat Anti Pungli dan Korupsi Nasional Siapkan Posko Nataru 2025/2026 di Bandung Raya

BANDUNG RAYA ROIS7

Guna memastikan kelancaran serta transparansi pelayanan publik selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Aliansi Masyarakat Anti Pungli dan Korupsi Nasional mengumumkan rencana pendirian posko pemantauan di sejumlah titik strategis di wilayah Bandung Raya.

Ketua Umum Aliansi Masyarakat Anti Pungli dan Korupsi Nasional Eddy Hunter, menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi potensi praktik pungutan liar (pungli) dan penyimpangan di lapangan saat lonjakan wisatawan serta pemudik terjadi.

Fokus Pengawasan: Transportasi dan Pariwisata

Eddy Hunter menjelaskan bahwa wilayah Bandung Raya, yang mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Cimahi, selalu menjadi magnet utama wisatawan. Hal ini seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan pungli.

“Kami akan fokus memantau titik-titik rawan, seperti terminal, stasiun, hingga kawasan objek wisata. Fokus kami adalah memastikan tidak ada masyarakat atau wisatawan yang diperas oleh oknum dengan dalih parkir liar, biaya masuk ilegal, maupun pungutan tidak resmi lainnya,” ujar Eddy Hunter dalam keterangannya di Bandung.
Kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum
Posko Nataru AMAPKN nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengaduan, tetapi juga sebagai mitra informasi bagi pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Beberapa poin utama dari pendirian posko ini antara lain:

Penerimaan Aduan: Warga dapat melaporkan langsung jika menemukan indikasi pungli atau korupsi dalam pelayanan publik selama Nataru.

Edukasi Masyarakat: Memberikan pemahaman kepada warga mengenai hak-hak mereka agar tidak menjadi korban pemerasan.

Dokumentasi Lapangan: Tim di posko akan mendokumentasikan setiap temuan untuk kemudian dikoordinasikan dengan pihak berwenang.

“Kami ingin memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru di Bandung Raya berjalan kondusif, nyaman, dan yang paling penting adalah bersih dari praktik korupsi sekecil apa pun,” tegas Eddy Hunter.

Pihak aliansi dijadwalkan akan mulai mengaktifkan posko-posko tersebut pada H-3 sebelum perayaan Natal dan akan terus bersiaga hingga arus balik Tahun Baru selesai.

( Olay )