KBB SELATAN MENUNTUT MANDIRI
Aliansi Anak Bangsa dan JAWARA Siap Kawal Pemekaran Kabupaten Bandung Selatan!

BANDUNG BARAT ROIS7

Arus dorong pemekaran wilayah di Daerah Tingkat II Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali memanas. Kali ini, keseriusan datang dari aliansi lintas pergerakan masyarakat. Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa (AAB), Didik Fuji Endarto, bersama Ketua Jaringan Wahana Rakyat (JAWARA), Chandra, menyatakan sikap tegas dan siap mengawal penuh transformasi KBB bagian selatan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB) dengan nama “Kabupaten Bandung Selatan”. Jumat,10/7

Langkah ini bukan sekadar wacana musiman, melainkan sebuah gerakan taktis dan terukur untuk menjawab ketimpangan pembangunan yang selama ini dirasakan masyarakat di wilayah selatan.

Peta Wilayah DOB Kabupaten Bandung Selatan
Rencana pemekaran ini memproyeksikan penggabungan 7 kecamatan strategis di wilayah selatan KBB yang dinilai memiliki potensi sosiologis, geografis, dan ekonomi yang solid untuk mandiri:
Kecamatan Cihampelas
Kecamatan Cililin
Kecamatan Sindangkerta
Kecamatan Gununghalu
Kecamatan Rongga
Kecamatan Cipongkor
Kecamatan Saguling

Alasan Utama: Dekatkan Pelayanan, Putus Ketimpangan

Ketua Umum Aliansi Anak Bangsa, Didik Fuji Endarto, menegaskan bahwa pemekaran wilayah wilayah selatan sudah menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pilihan alternatif. Menurutnya, luas wilayah KBB saat ini membuat rentang kendali pelayanan publik menjadi tidak efektif dan membebani masyarakat pelosok.

“Masyarakat di ujung selatan harus menempuh jarak yang sangat jauh dan memakan biaya tidak sedikit hanya untuk mengurus administrasi ke pusat pemerintahan di Ngamprah. Ini tidak adil. Pemekaran adalah solusi konstitusional untuk mendekatkan pelayanan publik dan mempercepat kesejahteraan,” ujar Didik tajam.

Senada dengan Didik, Ketua JAWARA, Chandra, menambahkan bahwa wilayah selatan KBB memiliki modal sumber daya alam (SDA) dan potensi agraria serta pariwisata yang sangat melimpah. Namun, porsi kue pembangunan dari pemerintah induk selama ini dinilai belum proporsional.

“JAWARA bersama Aliansi Anak Bangsa akan mengawal proses ini secara terukur. Kami tidak hanya bicara jargon, tapi akan bergerak menggalang kekuatan regulasi, kajian akademis, hingga desakan politik agar moratorium pemekaran di tingkat pusat bisa ditembus untuk kepentingan rakyat Bandung Barat Selatan,” tegas Chandra.

Pengawalan Ketat Lintas Elemen
Sinergi antara Aliansi Anak Bangsa dan JAWARA ini diprediksi akan menjadi motor penggerak baru yang memperkuat aspirasi tokoh masyarakat, pemuda, dan para penggerak lokal yang selama ini menyuarakan hal serupa. Mereka memastikan akan melakukan konsolidasi masif di 7 kecamatan tersebut guna menyatukan visi dan menguji kelayakan administratif serta teknis.

Kini, bola panas pemekaran berada di tangan para pemangku kebijakan. Namun yang pasti, pengawalan ketat dari duet AAB dan JAWARA ini menjadi sinyal kuat bagi Pemerintah Daerah KBB maupun Provinsi Jawa Barat bahwa masyarakat selatan siap menjemput takdir otonominya sendiri. (Red)