Ramadhan 2026: Menjemput Keberkahan di Tengah Era Digital, Pesan Sejuk Ustadz Bana Sopandi, S.Pd.I
BANDUNG BARAT MIS
Menjelang hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026 ini, suasana religius mulai kental terasa. Menanggapi datangnya bulan penuh ampunan ini, Ustadz Bana Sopandi, S.Pd.I, memberikan pesan mendalam bagi umat Muslim agar tidak terjebak dalam euforia seremonial semata.
Menurut beliau, Ramadhan di tahun 2026 ini memiliki tantangan tersendiri, terutama dengan semakin cepatnya arus informasi dan teknologi yang bisa mendistorsi fokus ibadah.
Tiga Pilar Persiapan Ramadhan
Dalam tausiyah singkatnya, Ustadz Bana menekankan tiga hal utama yang harus dipersiapkan setiap Muslim:
Tashfiyatul Qolbi (Pembersihan Hati):
“Sebelum memasuki madrasah Ramadhan, bersihkan hati dari penyakit hasad, iri, dan dengki. Jangan sampai kita berpuasa hanya menahan lapar, tapi hati masih kotor oleh urusan duniawi,” ujar beliau.
afaqquh Fiddin (Pendalaman Ilmu):
Beliau mengingatkan pentingnya membedah kembali fiqih puasa. Di era sekarang, banyak hal baru yang memerlukan pemahaman agama yang lurus agar ibadah tetap sah dan sesuai syariat.
Manajemen Waktu Digital:
Ustadz Bana menyoroti penggunaan gadget. Beliau menyarankan agar setiap orang memiliki “jadwal detoks digital” selama Ramadhan untuk dialokasikan ke tadarrus Al-Qur’an.
Pesan Khusus: Puasa adalah Perisai
Ustadz Bana Sopandi juga mengutip hadits populer bahwa Ash-shiyamu junnatun (Puasa adalah perisai). Beliau menjelaskan bahwa di tahun 2026, perisai ini bukan hanya untuk menahan nafsu makan, tapi juga perisai dari paparan berita bohong (hoaks) dan ghibah di media sosial.
“Ramadhan tahun ini harus menjadi momentum ‘reparasi’ diri. Jika di bulan-bulan lain kita sibuk mengetik komentar untuk urusan orang lain, di bulan Ramadhan ini sibukkanlah lisan kita untuk berdzikir dan tangan kita untuk bersedekah,” tambah Ustadz Bana dengan nada sejuk.








