Menjemput Keadilan Sosial , Pemekaran KBB Selatan dari Kacamata Amanah dan Hukum Islam
Penulis : Bana Sopandi
BANDUNG BARAT ROIS7
Aspirasi masyarakat mengenai pemekaran Kabupaten Bandung Barat (KBB) bagian selatan kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai isu politik atau administratif semata. Isu ini mulai bergulir menjadi sebuah panggilan moral dan ikhtiar keagamaan demi mewujudkan kemaslahatan umat serta pemerataan pembangunan yang berkeadilan.
Dalam sudut pandang Islam, sebuah kepemimpinan atau jabatan pemerintahan bukanlah simbol kekuasaan mutlak, melainkan sebuah amanah berat yang harus dipertanggungjawabkan untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tuntutan Keadilan dan Pemerataan
Ketika masyarakat di pelosok KBB Selatan masih merasa jauh dari pusat pelayanan publik dan merasakan pembangunan yang belum merata, tuntutan pemekaran wilayah dinilai sebagai langkah yang konstitusional sekaligus syar’i.
Langkah ini dipandang sebagai upaya mendekatkan pelayanan pemerintah agar lebih berpihak kepada rakyat kecil (menengah ke bawah).
Aspirasi ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 90
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.
Serta didukung oleh sabda Rasulullah SAW dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim
Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.
Pemimpin Harus Mendengar dengan Hati
Suara dari KBB bagian selatan mencerminkan keinginan masyarakat yang bertahun-tahun merasa tertinggal dan mendambakan kesempatan yang sama dalam menikmati hasil pembangunan. Oleh karena itu, para pemimpin diharapkan tidak hanya mendengar aspirasi ini dengan telinga, melainkan dengan hati yang terbuka.
Pemimpin yang baik dalam perspektif agama bukanlah mereka yang hanya hadir saat kampanye atau peresmian proyek. Pemimpin sejati adalah mereka yang melahirkan kebijakan nyata yang mampu mengubah hajat hidup orang banyak.
Keadilan sejati tidak diukur dari megahnya pembangunan di pusat pemerintahan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat di wilayah terluar dan pelosok.
Pemekaran sebagai Jalan Kemaslahatan
Perlu ditegaskan bahwa pemekaran daerah bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah wasilah (jalan/perantara) untuk mempercepat pelayanan, memperkuat pemerataan, dan menghadirkan kesejahteraan yang nyata. Sesuai kaidah Islam, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukanlah dari lamanya ia berkuasa, melainkan dari besarnya kemanfaatan yang berhasil ia tebar kepada rakyatnya.
Sudah saatnya seluruh pemangku kebijakan melihat aspirasi KBB Selatan sebagai panggilan untuk mewujudkan keadilan sosial. Sebab, ketika keadilan telah tegak berdiri, maka kesejahteraan akan mengikutinya, dan di situlah amanah kepemimpinan akan menemukan makna hakikinya yang diridhai oleh Allah SWT.







