MENJAGA IMUNITAS DI TENGAH CUACA EKSTREM, INI MAKANAN DAN MINUMAN WAJIB SAAT MUSIM PANAS DAN HUJAN MENURUT IR. APUNG HADIAT PURWOKO, M.Si

BANDUNG RAYA ROIS7

Perubahan cuaca yang ekstrem, mulai dari terik matahari yang menyengat hingga guyuran hujan lebat, kerap menjadi tantangan besar bagi kesehatan tubuh. Jika tidak diantisipasi dengan asupan yang tepat, kondisi ini dapat menurunkan imunitas dan memicu berbagai penyakit seperti flu, dehidrasi, hingga gangguan pencernaan.

Menyikapi hal tersebut, pemerhati sekaligus pengamat kemasyarakatan, Ir. Apung Hadiat Purwoko, M.Si membagikan tips penting mengenai pola konsumsi makanan dan minuman yang wajib diperhatikan masyarakat guna menjaga kebugaran tubuh di kedua musim tersebut.

Menurut Ir. Apung Hadiat Purwoko, kunci utama menghadapi perubahan cuaca adalah adaptasi nutrisi. Tubuh membutuhkan penanganan yang berbeda saat menghadapi suhu panas yang membakar dan suhu dingin yang lembap.

1. Era Cuaca Terik (Musim Panas): Fokus pada Hidrasi dan Pendingin Tubuh
Saat musim panas, risiko terbesar yang dihadapi masyarakat adalah dehidrasi dan *heat stroke*. Oleh karena itu, Ir. Apung menyarankan fokus utama harus tertuju pada asupan yang mengembalikan cairan tubuh dengan cepat.

Minuman Wajib:
Air Kelapa Murni: Kaya akan elektrolit alami yang ampuh menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat keringat.
Air Putih Minimal 2-3 Liter/Hari Mutlak dikonsumsi dan tidak boleh digantikan oleh minuman manis atau bersoda.
Jus Buah Tanpa Gula Berlebih: Seperti jus melon atau semangka yang menyegarkan.

Makanan Wajib:
Buah-Buahan Tinggi Kandungan Air: Semangka, mentimun, jeruk, dan tomat. Buah-buahan ini membantu mendinginkan suhu internal tubuh.
Sayuran Segar ,Mengonsumsi sayur seperti bayam dan selada yang diolah secara ringan (sup bening atau salad).

“Saat musim panas, hindari makanan yang terlalu berminyak, pedas, atau tinggi garam, karena jenis makanan ini justru mempercepat proses dehidrasi di dalam tubuh,” ujar Ir. Apung Hadiat Purwoko.

2. Era Cuaca Dingin (Musim Hujan): Fokus pada Penghangat dan Penguat Imunitas
Kebalikannya, saat musim hujan tiba, tubuh lebih rentan terserang virus seperti influenza dan demam berdarah karena penurunan suhu udara. Pada fase ini, asupan yang bersifat menghangatkan dan mendongkrak sistem kekebalan tubuh menjadi wajib hukumnya.

Minuman Wajib:
Wedang Jahe dan Ramuan Rempah: Kandungan gingerol pada jahe sangat baik untuk menghangatkan tubuh sekaligus berperan sebagai antiinflamasi alami.
Teh Hijau Hangat:Kaya akan antioksidan untuk menangkal radikal bebas dan memperkuat imun.
Makanan Wajib:
Sup Ayam dan Makanan Berkuah Hangat:
Protein dari ayam dikombinasikan dengan kehangatan kuah kaldu mampu melegakan pernapasan dan memberikan energi instan.

Makanan Kaya Vitamin C dan Zink:
Seperti jeruk, kiwi, brokoli, serta produk olahan susu dan telur untuk memastikan benteng pertahanan tubuh tetap kokoh.

Kesimpulan dan Imbauan Masyarakat
Di akhir pemaparannya, Ir. Apung Hadiat Purwoko, M.Si mengingatkan bahwa menjaga kesehatan di tengah ketidakpastian cuaca saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban.

“Masyarakat harus lebih bijak dalam memilih apa yang masuk ke dalam tubuh. Keseimbangan antara hidrasi yang cukup di kala panas, dan kehangatan nutrisi di kala hujan, adalah benteng utama kita agar tetap produktif dan terhindar dari penyakit,” pungkasnya.
(Red)