Padi Lenyap di Tengah Malam, Isak Tangis Petani Ngamprah yang Kehilangan Seluruh Hasil Panennya
Bandung Barat Rois7
Harapan para petani di wilayah Babakan Cianjur, Cimareme, Ngamprah untuk menikmati hasil jerih payahnya hancur seketika. Pada Sabtu dini hari, 25 April 2026, sebuah aksi pencurian massal tega menggasak tumpukan padi yang tengah dijemur di area persawahan.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terdengar suara isak tangis seorang perempuan yang tak kuasa menahan kesedihan saat melihat sawahnya kini kosong melompong. Hanya tersisa terpal-terpal biru yang berantakan dan ceceran sedikit gabah di tanah.
*”Beak kabeh… ya Allah, Mama, Bapak, tingali parena euweuh dipaling batur (Habis semua… ya Allah, Mama, Bapak, lihat padinya tidak ada, dicuri orang),”* ucap sang perekam dengan suara bergetar menahan tangis.
Kronologi Kejadian
Warga sekitar menduga aksi pencurian ini dilakukan secara profesional dan terencana. Sekitar pukul 02.00 WIB , sebuah mobil bak terbuka tanpa plat nomor terlihat memasuki area persawahan. Karena kondisi yang gelap dan sepi, para pelaku dengan leluasa mengangkut padi-padi yang sudah dipanen dan sedang dalam proses pengeringan.
Pukulan Berat di Tengah Ekonomi Sulit
Bagi petani, padi tersebut bukan sekadar tanaman, melainkan satu-satunya sumber penghasilan untuk menghidupi keluarga dan modal untuk musim tanam berikutnya.
Kerugian Besar:Petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Dampak Psikologis:
Rasa trauma dan ketakutan kini menyelimuti warga, terutama terkait keamanan hasil bumi mereka ke depannya.
Kondisi Ekonomi:Kejadian ini terasa semakin menyakitkan mengingat saat ini kondisi ekonomi sedang sulit, di mana harga kebutuhan pokok terus merangkak naik.
Hingga saat ini, para petani hanya bisa pasrah sambil berharap pihak berwajib dapat segera mengusut tuntas kasus ini. Mereka juga berharap adanya peningkatan keamanan di area persawahan agar kejadian serupa tak lagi menimpa petani kecil lainnya yang hanya ingin menyambung hidup dari tanah sendiri.








