KETUM ALIANSI MASYARAKAT ANTI KORUPSI DAN PUNGLI NASIONAL EDDY HUNTER MENANGGAPI KERACUNAN MBG
BANDUNG RAYA ROIS7
Sebelum kita memberikan Kritik atau Saran yang siparnya membangun terlebih dahulu kita harus Tahu Nama dan pungsi dari Program makan Bergizi Gratis ,25/09
SPPG adalah singkatan dari Sistem Penyediaan Pangan dan Gizi. Selain itu, dalam konteks unit atau fasilitas, SPPG juga dapat diartikan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi
Peran SPPG dalam Program MBG
SPPG merupakan tulang punggung operasional dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Dapur SPPG berfungsi sebagai pusat kendali nutrisi tempat makanan bergizi diproduksi dengan standar higienis tinggi dan didistribusikan secara efisien untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan nutrisi yang cukup
Jenis-jenis Dapur SPPG
BGN telah mengidentifikasi empat jenis dapur SPPG yang menjadi ekosistem pendukung program MBG:
Dapur SPPG BGN: Dapur percontohan yang didanai dan dibangun sepenuhnya oleh pemerintah melalui APBN, dengan fasilitas lengkap dan menjadi patokan standar kualitas tertinggi
Dapur SPPG Mandiri Standar BGN: Dapur yang dibangun secara mandiri oleh pihak swasta, lembaga non-pemerintah, atau komunitas, namun tetap wajib memenuhi standar ketat BGN
Dapur SPPG Mandiri Bangunan Sudah Berdiri: Memanfaatkan bangunan yang sudah ada (misalnya, gedung sekolah atau balai desa) yang direnovasi dan disesuaikan untuk berfungsi sebagai dapur SPPG, solusi efisien di daerah dengan keterbatasan lahan atau biaya pembangunan baru
Dapur SPPG Khusus: Dirancang untuk menjangkau daerah terpencil, kepulauan, atau wilayah dengan aksesibilitas sulit, beradaptasi dengan kondisi geografis dan ketersediaan bahan pangan lokal[
Jadi Keberadaan SPPG bertujuan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dapur MBG dan meningkatkan kualitas gizi bagi anak-anak di berbagai jenjang pendidikan (TK, SD, SMP, SMA), ibu hamil, ibu menyusui, dan anak stunting, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menghadapi Indonesia Emas 2045. Program ini menekankan pada standar gizi, higienitas, dan tata kelola limbah yang berkelanjutan, bukan standar menu tertentu
Yang menjadi permasalahan terjadinya Keracunan itu cara pengelolaan makanan ini apakah kurang masak atau bumbu yang siap saji.dan program ini MBG menurut saya lebih baik dikelola oleh Komite dan kantin sekolah tapi tetap dalam pengawasan Pihak BGN.ujarnya
Penulis : Eddy Hunter








