Kritik Pedas Aliansi Anak Bangsa: “Bupati Jeje, Jangan Pilih Pejabat ‘Kaleng-Kaleng’ yang Cuma Jadi Beban!”
BANDUNG BARAT ROIS7
Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB), Didik, melontarkan kritik tajam sekaligus peringatan keras kepada Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, terkait pengangkatan pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Bandung Barat. Didik mendesak agar bupati tidak main-main dalam menyusun kabinetnya jika tidak ingin daerah ini semakin terpuruk.Selasa 20/1
Pejabat Berkualitas, Bukan “Pajangan”
Didik menegaskan bahwa posisi eselon II adalah mesin penggerak pembangunan. Ia meminta Jeje untuk selektif dan mengedepankan kompetensi, bukan sekadar kedekatan atau balas budi politik.
“Bupati Jeje harus angkat orang-orang yang punya otak dan kualitas! KBB ini butuh akselerasi pembangunan, bukan pejabat yang cuma duduk manis tapi nggak tahu harus kerja apa,” cetus Didik dengan nada tinggi.
Jangan Jadi Beban Bupati
Menurut Didik, banyak kegagalan pembangunan di masa lalu disebabkan oleh penempatan pejabat yang tidak kompeten. Hal ini justru membuat roda pemerintahan menjadi lambat dan carut-marut.
Peringatan Keras: Pejabat yang tidak kompeten hanya akan menjadi beban bagi Bupati.
Efek Domino: Jika pejabatnya “asal pilih”, urusan administrasi hingga lapangan akan berantakan (ribet).
Harapan: Seharusnya pejabat eselon II meringankan beban kerja Bupati, bukan malah menambah masalah baru.
“Jangan sampai Bupati yang niatnya mau membangun malah disandera oleh anak buah yang tidak bisa bekerja. Kalau salah pilih orang, yang seharusnya beban kerja Bupati itu ringan, ini malah jadi ribet dan bikin pusing. Jangan buat KBB jadi bahan percobaan!” tegasnya.
Kemajuan KBB Harga Mati
Didik mengingatkan bahwa masyarakat Bandung Barat saat ini sangat kritis dan menunggu bukti nyata perubahan di tangan Jeje Ritchie Ismail. Ia berharap proses asesmen atau penunjukan pejabat dilakukan secara transparan dan profesional.
“Kita akan pantau terus siapa saja yang nanti duduk di kursi eselon II. Kalau yang muncul adalah wajah-wajah lama yang tidak berprestasi atau orang baru yang karbitan, jangan salahkan masyarakat jika mosi tidak percaya mulai bergulir,” pungkasnya menutup pembicaraan. Kata didik








