ACARA TASYAKUR BINIKMAH DESA NYENANG HADIRKAN WARGA BERAGAMA BERBEDA UNTUK MERIAHKAN PERSIAPAN BULAN RAMADHAN

Desa Nyenang, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat – Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, masyarakat Desa Nyenang menyelenggarakan Acara Tasyakur Bini’kmah sekaligus Silaturahmi dalam rangka menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan yang dihelat pada hari Selasa (17/02/2026) tidak hanya menjadi ajang untuk bersyukur, namun juga sebagai wadah memperkuat tali persaudaraan antarwarga yang berbeda latar belakang agama.

Berlokasi di Kampung Cijambe, RT 03 RW 04, tepatnya di kompleks Warung Kuliner Talaga Rasa yang sengaja disiapkan dengan dekorasi khas yang menyambut bulan suci, acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya dari kalangan umat Islam, melainkan juga perwakilan umat beragama lain yang tinggal di Desa Nyenang, menunjukkan bahwa nilai-nilai gotong royong dan toleransi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat di daerah ini.

Menurut Kepala Desa Nyenang, Wawan Saputra, acara tahunan ini bukanlah bentuk inovasi baru, melainkan tradisi turun temurun yang sudah ada jauh sebelum Kabupaten Bandung Barat resmi berdiri. “Ide awal pelaksanaan acara ini datang dari para leluhur dan tokoh budaya Desa Nyenang yang ingin menjaga keharmonisan antarwarga. Pada tahun 2010, tradisi ini kemudian secara resmi dikukuhkan oleh Alm. Bupati Abu Bakar – Bupati pertama yang memimpin Kabupaten Bandung Barat – sebagai salah satu agenda penting dalam kalender kegiatan masyarakat desa,” jelasnya dalam sambutannya.

Selain tokoh masyarakat dan budayawan lokal, acara juga menghadirkan perwakilan dari Forkompincam Cipeundeuy serta tokoh agama dari berbagai agama yang ada di wilayah kecamatan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar perayaan keagamaan, yaitu sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antarlembaga dan antarumat beragama.

Wawan Saputra menekankan bahwa konsep pelaksanaan acara ini tetap berlandaskan semangat swadaya masyarakat. “Semua persiapan, mulai dari penyediaan tempat hingga hidangan yang disajikan, sebagian besar berasal dari kontribusi warga. Meskipun demikian, kami juga menerima dukungan bantuan fasilitas dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang menunjukkan perhatian terhadap pelestarian tradisi lokal dan pemeliharaan keharmonisan masyarakat,” ucapnya.

Dalam acara yang diisi dengan doa bersama, sambutan dari tokoh agama, dan sesi silaturahmi dengan menyantap hidangan khas daerah, para peserta juga menyampaikan harapan agar Bulan Suci Ramadhan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kebaikan dan memperkuat solidaritas antarwarga Desa Nyenang.