SKANDAL SDN SUKAJAYA: Dana BOS Diduga Jadi “Mesin ATM” Pribadi Kepsek, Aset Laptop Ikut Raib!

Bandung Barat Rois7

Dugaan praktik
lancung dalam pengelolaan dana pendidikan kembali mengguncang Kecamatan Lembang. Kepala Sekolah SDN Sukajaya, Pupun Marpuah, kini berada di pusaran dugaan korupsi setelah terindikasi menggunakan nama institusi untuk pinjaman pribadi ratusan juta rupiah serta pengadaan barang fiktif.

Informasi yang mencuat mengungkapkan bahwa oknum Kepala Sekolah tersebut diduga meminjam uang sebesar Rp 200.000.000 ke sebuah koperasi. Ironisnya, pinjaman ini disebut-sebut dilakukan atas nama sekolah, namun dana tersebut diduga mengalir untuk membiayai keberangkatan ibadah umroh pribadi. Ujar sumber

Kejanggalan Anggaran BOS dan Laptop “Gaib”
Selain skandal koperasi, pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Sukajaya juga terindikasi sarat penyimpangan. Data menunjukkan adanya anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp 30.000.000 dari Dana BOS tahun anggaran 2022-2023.

Dari anggaran tersebut, terdapat alokasi pengadaan 5 unit laptop. Namun, fakta di lapangan menunjukkan ketidaksesuaian yang mencolok:
– Hanya ada 3 unit laptop merk Asus yang terlihat fisiknya (pengadaan tahun 2023).

– Keberadaan 2 unit laptop lainnya masih menjadi misteri dan diduga fiktip

Merespons temuan ini, berbagai pihak mendesak Inspektorat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk tidak tinggal diam. Praktik “gali lubang tutup lubang” menggunakan dana negara untuk kepentingan pribadi merupakan pelanggaran berat terhadap undang-undang tindak pidana korupsi.

“Kami memiliki data terkait alokasi dana BOS tersebut dari redaksi, dan ini harus segera diklarifikasi agar tidak menjadi bola panas,” tegas tim investigasi dalam dialog koordinasi dengan pihak terkait.

Saat tim mengkonfirmasi masalah tersebut ke pupun selaku kepala sekolah ia menyangkal semua pertanyaan yang tim investigasi tanyakan bahwa pinjaman kekoperasi tidak benar apalagi uang tersebut untuk umroh.dan dibayar sebulan sekali dari dana bos. Dan saya pinjam kekoperasi bukan atas nama sekolah,ujarnya

Mengenai laptop kami hanya beli 2 unit mereknya Asus dan itu ada dan kenapa wartawan datang langsung ke sekolah seharusnya ke k3 S . Dan yang tahu koperasi pak Sutarman ujarnya

Saat dikonfirmasi Sutarman mengatakan bahwa KS SDN Sukajaya Pupun Marpuah bukan anggota koperasi jadi tidak ada peminjaman yang Rp.200.000.000 itu dari koperasi