Purna Tugas Penuh Haru, H. Dadang A. Sapardan Resmi Pensiun: “Cikalongwetan Adalah Rumah Kedua Saya”

Bandung Barat Rois7

Suasana haru dan penuh keakraban menyelimuti Aula Kecamatan Cikalongwetan pada Jumat pagi, 29 Mei 2026. Ratusan pasang mata tertuju pada satu sosok yang berdiri tegap mengenakan seragam dinas lengkap: H. Dadang A. Sapardan, M.Pd., Kp. Hari ini bukan hari biasa bagi beliau, melainkan momen puncak pengabdian selama puluhan tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). H. Dadang resmi memasuki masa purna tugas (pensiun) setelah mengakhiri jabatannya sebagai Camat Cikalongwetan.

Acara pelepasan yang digelar sederhana namun bermakna ini dihadiri oleh seluruh unsur Muspika Kecamatan Cikalongwetan, termasuk Kapolsek, Danramil, Kepala KUA, Direktur RSUD KNPI, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan seperti Pemuda Pancasila, P2KB, dan Karang Taruna. Kehadiran para Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Cikalongwetan, termasuk Ketua APDESI dari Desa Mandalasari, Cikalongwetan, Mandalamukti, Ciptagumati, dan Mekarjaya, turut menambah khidmatnya suasana, menandakan betapa dekatnya sosok H. Dadang dengan para pemimpin desa di wilayahnya.

Ketua RW 01 Desa Puteran, Didin Supriyadi, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyampaikan kesan mendalam mengenai kepemimpinan H. Dadang. Menurutnya, H. Dadang bukan sekadar atasan, tetapi mitra kerja yang selalu terbuka dan solutif.

“Selama memimpin Kecamatan Cikalongwetan, Bapak H. Dadang A. Sapardan menunjukkan integritas tinggi dan kedekatan emosional dengan masyarakat. Beliau tidak pernah segan turun ke bawah, mendengarkan keluhan warga, dan membantu menyelesaikan masalah di tingkat desa. Bagi kami di Desa Puteran khususnya, kepergian beliau meninggalkan ruang kosong yang sulit diisi,” ujar Didin Supriyadi kepada Rois7.com.

Didin menambahkan bahwa masa jabatan H. Dadang di Cikalongwetan ditandai dengan stabilitas keamanan, peningkatan koordinasi antara desa dan kecamatan, serta respons cepat terhadap kebutuhan sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, H. Dadang A. Sapardan tampak menahan haru. Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh staf kecamatan, Muspika, para Kades, dan masyarakat Cikalongwetan yang telah mendukungnya selama bertugas.

“Cikalongwetan bukan lagi sekadar tempat bekerja, tapi sudah menjadi rumah kedua bagi saya. Setiap sudut kecamatan ini menyimpan kenangan perjuangan bersama. Saya mohon maaf jika ada kata atau tindakan yang kurang berkenan selama saya memimpin. Saya titipkan Cikalongwetan yang aman, kondusif, dan maju untuk diteruskan oleh pengganti saya,” ucap H. Dadang dengan suara bergetar.

H. Dadang juga berpesan agar sinergitas antara Pemerintah Kecamatan, Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Desa terus dijaga. Menurutnya, kunci kemajuan daerah terletak pada kolaborasi yang solid dan komunikasi yang lancar antar elemen masyarakat.

Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata kenang-kenangan dari berbagai pihak, disusul sesi foto bersama yang abadi. Meski statusnya kini berubah menjadi pensiunan, H. Dadang berjanji akan tetap aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di Kabupaten Bandung Barat.

Bagi warga Cikalongwetan, H. Dadang A. Sapardan akan dikenang sebagai camat yang humanis, tegas pada prinsip, namun lembut dalam pendekatan. Selamat purna tugas, Pak Camat. Jasa Anda akan terus terkenang.

( Tjandra )