Menilik Dedikasi Didin Supriyadi: Mengabdi Tanpa Batas di RW 01 Desa Puteran
BANDUNG BARAT ROIS7
Jabatan Ketua Rukun Warga (RW) kerap kali dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Namun, jika melihat realita di lapangan, tugas dan fungsi seorang Ketua RW justru menjadi salah satu garda terdepan penentu kondusifitas dan kemajuan suatu wilayah.
Hal inilah yang tercermin dari sosok Didin Supriyadi, Ketua RW 01 Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Provinsi Jawa Barat. Di tengah dinamika masyarakat rural yang terus berkembang, Didin membuktikan bahwa mengabdi sebagai pimpinan lingkungan memerlukan komitmen total dan mental yang kuat.
Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat
Menjadi Ketua RW di wilayah seperti Desa Puteran bukanlah perkara mudah. Tugas dan fungsi (tupoksi) yang diemban terbilang sangat berat. Secara administratif, RW berfungsi sebagai mitra Pemerintah Desa dalam memelihara kelestarian adat istiadat, meningkatkan kerukunan, serta menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat.
Namun di lapangan, peran Didin Supriyadi jauh melampaui teks regulasi tersebut. Selama 24 jam penuh, dirinya harus siap menjadi:
Problem Solver (Penyelesai Masalah): Mulai dari konflik antar-tetangga, urusan administrasi kependudukan, hingga penanganan darurat warga yang sakit atau tertimpa musibah.
Jembatan Program Pemerintah:
Memastikan bantuan sosial, program infrastruktur, dan informasi dari Pemkab Bandung Barat tersampaikan secara transparan dan tepat sasaran kepada warga.
Penggerak Swadaya:
Menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kerja bakti yang kini mulai terkikis zaman.
“Tugas RW itu sangat berat. Kami tidak memiliki jam kerja pasti. Kapan pun warga membutuhkan, baik tengah malam atau subuh, kami harus hadir. Ini bukan lagi sekadar tugas administrasi, tapi panggilan pengabdian,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat saat dimintai keterangan mengenai kinerja pengurus RW.
Tantangan Wilayah di Cikalongwetan
Kecamatan Cikalongwetan, khususnya Desa Puteran, memiliki karakteristik masyarakat yang guyub namun kritis. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh Didin Supriyadi di RW 01 adalah bagaimana menyelaraskan kebutuhan infrastruktur lingkungan dengan keterbatasan anggaran yang ada.
Ia dituntut untuk selalu jeli dalam menyerap aspirasi warga, kemudian memperjuangkannya dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa agar wilayah RW 01 tidak luput dari perhatian pemerintah.
Sosok Pemimpin yang Humanis
Di mata warga RW 01, Didin Supriyadi dikenal sebagai figur yang humanis, terbuka, dan tidak kaku dalam berkomunikasi. Pendekatan persuasif yang sering digunakannya terbukti efektif dalam meredam potensi konflik dan menyatukan persepsi warga dalam setiap pembangunan lingkungan.
Meski insentif atau operasional seorang Ketua RW seringkali tidak sebanding dengan beban kerja yang dipikul, Didin tetap konsisten menjalankan amanah tersebut demi kemajuan Desa Puteran tercinta.
Dedikasi sosok seperti Didin Supriyadi ini menjadi bukti nyata bahwa roda pemerintahan terkecil di tingkat RW adalah fondasi utama bagi kemajuan Kabupaten Bandung Barat secara keseluruhan.
Tanpa adanya RW yang kuat dan berdedikasi, program-program besar pemerintah daerah dipastikan tidak akan berjalan dengan optimal di tingkat akar rumput.
( Red)








