Kekerasan dan Penculikan Anak Kembali Marak, Orang Tua Diminta Tingkatkan Kewaspadaan!
Bandung Raya Rois7
Kasus kekerasan dan penculikan anak kembali menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir. Maraknya kasus ini memicu keresahan di kalangan orang tua dan masyarakat, serta menuntut adanya kewaspadaan yang lebih tinggi dalam melindungi generasi penerus bangsa.
Himbauan Penting dari Pakar
Menanggapi fenomena ini, pakar perlindungan anak, Ir. Apung Hadiat Purwoko, M.Si., memberikan peringatan keras kepada seluruh orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat benteng keluarga sebagai perlindungan utama bagi anak-anak.
“Data menunjukkan bahwa ancaman terhadap anak bisa datang dari mana saja, bahkan dari lingkungan terdekat. Oleh karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan dua kali lipat,” tegas Ir. Apung Hadiat Purwoko, M.Si.
Jaga Emosi: Kunci Menciptakan Lingkungan Aman
Selain ancaman dari luar, Ir. Apung Hadiat Purwoko, M.Si. juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengelola emosi di dalam rumah tangga. Ia menekankan bahwa lingkungan rumah yang aman dan penuh kasih adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang anak.
“Penting bagi orang tua untuk menjaga emosi dan tidak melampiaskan frustrasi kepada anak. Kekerasan dalam rumah tangga, baik verbal maupun fisik, merupakan bentuk kekerasan anak yang sering tidak disadari,” ujarnya.
Anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga cenderung rentan secara psikologis dan bisa menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan di luar rumah.
Langkah-Langkah yang Harus Diambil Orang Tua:
Ir. Apung Hadiat Purwoko, M.Si. menyampaikan beberapa poin kunci yang harus diimplementasikan orang tua:
* Pendidikan Dini: Ajarkan anak tentang “sentuhan tidak aman” (bad touch) dan siapa saja orang dewasa yang boleh mereka percayai.
* Komunikasi Terbuka: Ciptakan jalur komunikasi yang terbuka agar anak merasa nyaman menceritakan apa pun yang mereka alami, termasuk hal-hal yang membuat mereka takut atau tidak nyaman.
* Pengawasan Aktif: Selalu tahu keberadaan anak dan dengan siapa mereka berinteraksi, terutama di dunia maya.
* Kelola Stres: Cari cara sehat untuk mengelola stres dan emosi agar tidak terjadi ledakan amarah yang berujung pada kekerasan terhadap anak.
Ir. Apung Hadiat Purwoko, M.Si. menutup pernyataannya dengan mengingatkan, “Orang tua adalah garda terdepan. Melindungi anak bukan hanya tugas pemerintah atau polisi, tetapi dimulai dari kasih sayang, kewaspadaan, dan stabilitas emosi di dalam keluarga.”








