Ir. Apung Hadiat Purwoko, M.Si., Desak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat Gencarkan Sosialisasi Bahaya Penculikan dan Kekerasan Anak Akibat Faktor Ekonomi

Bandung Raya Rois7

Maraknya kasus penculikan dan kekerasan terhadap anak di berbagai daerah, khususnya yang dipicu oleh faktor ekonomi, menjadi perhatian serius dari tokoh masyarakat dan akademisi, Ir. Apung Hadiat Purwoko, M.Si. Beliau mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk segera mengambil langkah proaktif dengan mengadakan sosialisasi masif kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah yang rentan.

Apung Hadiat Purwoko menyatakan kekhawatiran mendalamnya mengenai ancaman yang dihadapi anak-anak, yang seringkali menjadi korban dari kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh pelaku.
“Kita tidak bisa menunggu. Pemerintah harus hadir saat ini juga untuk melindungi anak-anak kita,” tegas Apung saat dihubungi pada Rabu (26/11/2025).

Menurutnya, sosialisasi yang efektif dan terstruktur dapat menjadi benteng pertahanan pertama bagi keluarga. Materi sosialisasi harus mencakup modifikasi kejahatan penculikan, tanda-tanda kekerasan pada anak, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh orang tua dan komunitas.

Peran Pemerintah dalam Pencegahan
Apung menyoroti bahwa faktor ekonomi sering menjadi akar masalah, baik sebagai pemicu tindak kriminal maupun sebagai pemicu stres yang berujung pada kekerasan dalam rumah tangga.
“Penculikan anak kini marak disebabkan faktor ekonomi, dan disinilah pemerintah harus hadir. Jangan menunggu kejadian yang tidak diinginkan, baru pemerintah beraksi,” katanya dengan nada prihatin.

Beliau berharap Pemerintah KBB dapat bekerja sama dengan aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan tokoh agama untuk menciptakan program sosialisasi yang berkelanjutan. Selain itu, diperlukan juga upaya untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sebagai solusi jangka panjang.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, tetapi inisiatif dan sumber daya untuk sosialisasi masif harus datang dari pemerintah daerah. Kesejahteraan masyarakat harus dijamin agar kasus-kasus kriminal terhadap anak tidak terus meningkat,” tutup Apung.