DIDUGA JADI LADANG KORUPSI PROGRAM MAKAN GIZI GRATIS HARUS DI AWASI KETAT, INI KATA EDY HUNTER KETUA UMUM ALIANSI MASYARAKAT ANTI PUNGLI DAN KORUPSI NASIONAL
BANDUNG RAYA ROIS7
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi berhenti atau dihentikan karena adanya risiko korupsi sistemik, ketiadaan regulasi pelaksana yang kuat, lemahnya pengawasan, masalah dalam pengadaan dan pembayaran mitra, makanan yang tidak standar dan tidak layak konsumsi, serta potensi pemborosan anggaran karena program tidak diprioritaskan pada anak yang kurang mampu dan diluncurkan secara masif tanpa uji coba yang memadai. Kamis.11/09
Berikut adalah beberapa potensi penyebab Dugaan berhentinya program MBG:
Korupsi Sistemik dan Lemahnya Tata Kelola
: Terdapat dugaan penyimpangan dana dan praktik koruptif akibat kurangnya transparansi dalam pemilihan mitra dan
pengadaan barang serta jasa, serta belum adanya regulasi yang cukup kuat.
Ketiadaan Regulasi Pelaksana
: Program masih dijalankan hanya dengan petunjuk teknis internal, tidak ada Peraturan Presiden (Perpres) yang memberikan pijakan hukum dan mengaburkan mandat koordinasi lintas sektor.
Masalah Pembayaran Mitra Dapur MBG
: Beberapa mitra dapur mengalami penundaan atau bahkan tidak menerima pembayaran biaya operasional, yang menyebabkan mitra berhenti beroperasi.
Kualitas Makanan dan Standarisasi yang Buruk
: Terdapat laporan tentang makanan yang tidak layak konsumsi, makanan yang dibuang siswa, perbedaan alat makan yang digunakan, dan kurangnya standar gizi minimal dalam menu.
Potensi Pemborosan Anggaran
: program yang menjangkau seluruh anak tanpa prioritas dinilai berisiko membebani anggaran negara, serta kurang efektif karena diluncurkan secara besar-besaran tanpa uji coba di sekolah-sekolah terpencil.
Proses yang Tergesa-gesa
: Program diluncurkan hanya dua bulan setelah Presiden dilantik, sehingga Badan Gizi Nasional (BGN) tidak memiliki cukup waktu untuk menyusun persyaratan teknis dan SOP secara matang, serta membangun sistem pemantauan dan rantai pasok yang efektif.
Penulis : Edi Hunter







