Air Mata di Tanah Rantau Kini Menjelma Harapan: Satu Keluarga Terlantar di Sorong Segera Pulang ke Bandung Barat
BANDUNG BARAT ROIS7
Jauh ribuan kilometer dari kampung halaman, di bawah langit Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, ada satu keluarga asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sempat kehilangan arah. Terdiri dari sepasang suami istri ( Ade halidan dan Feni Herawati serta dua buah hati ( M .Nurfadilah dan Rizki thermawan )mereka yang masih kecil, satu keluarga ini harus merasakan pahitnya menjadi Orang Terlantar (OT) di tanah perantauan.kamis,21/5
Membayangkan bagaimana mereka bertahan hidup setiap harinya di tempat yang asing, jauh dari sanak saudara, tanpa kepastian, tentu menyisakan rasa perih yang mendalam di dada siapa pun yang mendengarnya. Tangisan anak-anak mereka di tanah rantau akhirnya terdengar hingga ke tanah pasundan.
Namun, pepatah mengatakan bahwa badai pasti berlalu. Secercah cahaya kebahagiaan kini menghampiri keluarga asal Desa Puteran ini. Penantian panjang penuh air mata itu akhirnya membuahkan hasil manis. Mereka dipastikan akan segera pulang ke pelukan kampung halaman.
Respons Cepat Pemerintah dan Sinergi Kemanusiaan
Kepastian kepulangan keluarga terlantar ini diperkuat oleh Surat Resmi Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Nomor: 2777/SS.01/Rehsos yang diterbitkan di Cimahi pada 13 Mei 2026. Surat yang ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, S.E., M.A.P., menjadi jembatan penyelamat yang merespons cepat surat dari Dinsos Kota Sorong.
Mendengar kabar warganya yang terombang-ambing di Papua, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, dad langsung bergerak cepat dan menunjukkan respons kemanusiaan yang nyata.
Saat dikonfirmasi, Kadinsos KBB Air Mata di Tanah Rantau Kini Menjelma Harapan: Satu Keluarga Terlantar di Sorong Segera Pulang ke Bandung Barat
Jauh ribuan kilometer dari kampung halaman, di bawah langit Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, ada satu keluarga asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sempat kehilangan arah. Terdiri dari sepasang suami istri ( Ade halidan dan Feni Herawati serta dua buah hati ( M .Nurfadilah dan Rizki thermawan )mereka yang masih kecil, satu keluarga ini harus merasakan pahitnya menjadi Orang Terlantar (OT) di tanah perantauan.kamis,21/5
Membayangkan bagaimana mereka bertahan hidup setiap harinya di tempat yang asing, jauh dari sanak saudara, tanpa kepastian, tentu menyisakan rasa perih yang mendalam di dada siapa pun yang mendengarnya. Tangisan anak-anak mereka di tanah rantau akhirnya terdengar hingga ke tanah pasundan.
Namun, pepatah mengatakan bahwa badai pasti berlalu. Secercah cahaya kebahagiaan kini menghampiri keluarga asal Desa Puteran ini. Penantian panjang penuh air mata itu akhirnya membuahkan hasil manis. Mereka dipastikan akan segera pulang ke pelukan kampung halaman.
Respons Cepat Pemerintah dan Sinergi Kemanusiaan
Kepastian kepulangan keluarga terlantar ini diperkuat oleh Surat Resmi Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Nomor: 2777/SS.01/Rehsos yang diterbitkan di Cimahi pada 13 Mei 2026. Surat yang ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, S.E., M.A.P., menjadi jembatan penyelamat yang merespons cepat surat dari Dinsos Kota Sorong.
Mendengar kabar warganya yang terombang-ambing di Papua, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, dad langsung bergerak cepat dan menunjukkan respons kemanusiaan yang nyata.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Dr. H. Idad Saadudin, S.Sos., M.Kes. menegaskan bahwa langkah-langkah strategis dan koordinasi intensif telah berjalan demi memastikan satu keluarga tersebut bisa menginjakkan kaki kembali di bumi Bandung Barat dengan selamat.
“Kami sudah koordinasikan secara intensif dengan pihak Dinsos Jawa Barat. Karena ini melibatkan pemulangan antar-provinsi yang lintasannya sangat jauh, proses pemulangan dari Papua hingga nanti mendarat di Bandara Soekarno-Hatta akan difasilitasi penuh,” ujar Idad dengan nada penuh empati.
Tak berhenti sampai di situ, Idad juga memastikan bahwa sesampainya di bandara, keluarga tersebut tidak akan dibiarkan kebingungan untuk pulang ke rumah.
“Nanti dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke rumah halaman mereka di KBB, Insya Allah akan dibantu sepenuhnya oleh Pemda KBB melalui koordinasi dengan BAZNAS KBB. Kita pastikan mereka sampai di rumah dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Alhamdulillah, Berakhirnya Sebuah Nestapa
Kabar ini disambut dengan rasa syukur yang membuncah. Ucapan Alhamdulillah”terus mengalir dari kerabat dan warga Puteran yang selama ini ikut mencemaskan nasib satu keluarga tersebut. Kolaborasi kemanusiaan antara Dinsos Kota Sorong, Dinsos Jabar, Dinsos KBB, hingga BAZNAS KBB membuktikan bahwa negara hadir dan tidak pernah membiarkan warganya berjuang sendirian dalam kesusahan, sekecil apa pun dan sejauh apa pun mereka berada.
Kini, sepasang suami istri dan kedua anak mereka tinggal menghitung hari untuk melepaskan segala beban berat yang selama ini menghimpit pundak mereka di Sorong. Tidak lama lagi, hangatnya rumah di Bandung Barat akan menyambut kepulangan mereka, menyembuhkan trauma, dan mengembalikan senyum yang sempat hilang di tanah rantau.
Selamat jalan pulang, doa seluruh warga Bandung Barat menyertai setiap langkah perjalanan kalian.
Ditempat terpisah Ketua RW 01 Desa puteran Didin Supriyadi mengucapkan terimakasih sedalam dalamnya kepada semua pihak khususnya pemerintah yang telah membantu kepulangan satu keluarga di Sorong ini dan pihak keluarga tak henti hentinya berdoa semoga mereka yang di Sorong sehat dan selamat sampai tujuan.ucapnya dengan terbata bata dan deraian airmata
(Tjandra)menegaskan bahwa langkah-langkah strategis dan koordinasi intensif telah berjalan demi memastikan satu keluarga tersebut bisa menginjakkan kaki kembali di bumi Bandung Barat dengan selamat.
“Kami sudah koordinasikan secara intensif dengan pihak Dinsos Jawa Barat. Karena ini melibatkan pemulangan antar-provinsi yang lintasannya sangat jauh, proses pemulangan dari Papua hingga nanti mendarat di Bandara Soekarno-Hatta akan difasilitasi penuh,” ujar Idad dengan nada penuh empati.
Tak berhenti sampai di situ, Idad juga memastikan bahwa sesampainya di bandara, keluarga tersebut tidak akan dibiarkan kebingungan untuk pulang ke rumah.
“Nanti dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke rumah halaman mereka di KBB, Insya Allah akan dibantu sepenuhnya oleh Pemda KBB melalui koordinasi dengan BAZNAS KBB. Kita pastikan mereka sampai di rumah dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Alhamdulillah, Berakhirnya Sebuah Nestapa
Kabar ini disambut dengan rasa syukur yang membuncah. Ucapan Alhamdulillah”terus mengalir dari kerabat dan warga Puteran yang selama ini ikut mencemaskan nasib satu keluarga tersebut. Kolaborasi kemanusiaan antara Dinsos Kota Sorong, Dinsos Jabar, Dinsos KBB, hingga BAZNAS KBB membuktikan bahwa negara hadir dan tidak pernah membiarkan warganya berjuang sendirian dalam kesusahan, sekecil apa pun dan sejauh apa pun mereka berada.
Kini, sepasang suami istri dan kedua anak mereka tinggal menghitung hari untuk melepaskan segala beban berat yang selama ini menghimpit pundak mereka di Sorong. Tidak lama lagi, hangatnya rumah di Bandung Barat akan menyambut kepulangan mereka, menyembuhkan trauma, dan mengembalikan senyum yang sempat hilang di tanah rantau.
Selamat jalan pulang, doa seluruh warga Bandung Barat menyertai setiap langkah perjalanan kalian.
Ditempat terpisah Ketua RW 01 Desa puteran Didin Supriyadi mengucapkan terimakasih sedalam dalamnya kepada semua pihak khususnya pemerintah yang telah membantu kepulangan satu keluarga di Sorong ini dan pihak keluarga tak henti hentinya berdoa semoga mereka yang di Sorong sehat dan selamat sampai tujuan.ucapnya dengan terbata bata dan deraian airmata
(Tjandra)








