Terduga Pelaku Yang Mengaku Staf Ahli Dari Kemendes Kini Sudah Terungkap, Pelaku Bukan Inesial YS Tetapi HM Mustofa

Ciamis, Rois7.com
Telah beredar pemberitaan di media online Jurnal Media.com yang berjudul “Wartawan gadungan yang mengaku staf ahli kemendes di Purwadadi” Satu minggu ke belakang dengan diduga pelaku berinisial YS itu salah, YS cuma di amankan pihak Polsek Lakbok untuk mengamankan YS yang berada di lokasi dari amukan warga yang mengira YS pelakunya, sesungguhnya yang mengaku staf ahli dari Kemendes yaitu H.M mustofa.

Begini kronologis kejadian menurut keterangan YS kepada awak media yang jelas tidak terbukti salah yang kini sudah bekerja seperti biasa.

Awal kejadian pada hari Minggu 16/02/2025 sekitar jam 13.00 wib, telah terjadi unjuk rasa di Desa Purwadadi, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, pada saat itu sekitar jam satu siang ada rumor yang berkembang dikalangan warga masyarakat desa tersebut akan ada unjuk rasa warga karang taruna berkaitan akan di bangunnya dapur bergizi sehat, di lapang yang menjadi pasilitas umum warga desa purwadadi, pada saat sebelum kejadian saya sebagai YS yang tinggal di rumahnya anak kepala desa purwadadi, Saya diajak ikut serta oleh Kades Purwadadi untuk ikut serta ke balai desa,” ujarnya

“Tetapi pada saat itu Saya menolak ajakan Kades tersebut dengan alasan saya tidak punya kapasitas dengan kata lain bukan ranahnya jika saya harus tampil bicara di depan porum para pendemo, beberapa kali kades Purwadadi meminta saya ikut mendampingi kades mendatangi para pendemo warga karang taruna desa Purwadadi dan pada akhirnya berangkatlah saya dengan kades tersebut ke kantor desa purwadadi,” paparnya.

Masih kata YS, begitu sampai ke desa purwadadi, saya kaget di aula tempat musyawarah sudah ada hadir Ibu Camat Purwadadi, Danramil Purwadadi, Ketua BPD desa purwadadi, pada saat itu saya disuruh duduk di depan porum musyawarah dan di minta bicara keterkaitan rencana pembangunan dapur bergizi sehat di tanah lapang yang menjadi pasilitas umum warga desa purwadadi,” paparnya.

Ketika saya diberikan waktu oleh ketua BPD desa purwadadi dengan tegas menyatakan bahwa saya tidak punya kapasitas untuk bicara terlebih menyangkut teknis mekanisme masalah kemendes karena saya disini bukan sebagai staf akhli bukan pula sebagai tenaga akhli dari kemendes, melainkan yang punya kapasitas adalah teman sy yaitu H.M Mustofa yang mengaku sebagai tenaga akhli dari kemendes berdasarkan surat tugas yg dimilikinya disamping pengakuannya oknum HM Mustofa pada saya, berulang kali pengakuan bahwa oknum HM Mustofa sebagai konsultan tenaga akhli dari kemendes,” tuturnya.

Nah dari situlah warga karang taruna yang berada di dalam porum musyawarah mulai bereaksi tidak menerima pernyataan sikap saya, bahwa saya bukanlah sebagai konsultan tenaga akhli hanya sebatas mendampingi oknum dari kemendes di lapangan,”

Menurut YS saat itu warga juga karang taruna mulai beringas mendengar pernyataan sikap YS sehingga YS di suruh mundur dari porum musyawarah, dan langsung diamankan oleh pihak Polsek Lakbok menjaga kemarahan amukan warga karang taruna desa purwadadi dan bukan seperti yang diberitakan bahwa YS adalah pelakunya, sedangkan yang menjadi biang keladi dari semua itu atau dengan kata lain pelaku utamanya adalah HM mustofa yang mengaku ngaku oknum dari kemendes.

Masih lanjut YS pada saat kejadian oknum yang mengaku sebagai tenaga akhli sedang tidak ada di tempat, sedang mengurus surat surat di kantor Kemendes di jakarta alhasil YS yang jadi korban kemarahan warga karang taruna desa purwadadi sehingga pada akhirnya oleh pihak Polsek Lakbok dan dari pihak Koramil Purwadadi babikabtimas Kecamatan Purwadadi YS diamankan, untuk menjaga kejadian yang tidak di inginkan

Saya di bawa oleh pihak Polsek Lakbok langsung di serahkan ke Polres Ciamis untuk menjaga keamanan saya, dan pada keesokan harinya saya di lepas kembali hanya sebatas dimintai keterangan kesaksian saja,” ungkapnya.

“Pada saat saya di amankan di ruang Kanit serse sebelum saya di lepas, saya sangat kaget dengan kedatangan kades Purwadadi dan aparatnya didampingi putrinya ibu Neneng Sukma melaporkan bahwa kades Purwadadi telah banyak di mintai uang oleh oknum HM Mustofa yang mengaku sebagai tenaga akhli dari kemendes dengan kerugian sekitar 69 juta,” katanya.

Mendengar pelaporan kades Purwadadi dan anaknya ibu Neneng sukma maupun salah seorang perangkat desa sungguh kaget di luar dugaan saya, pada waktu kades purdadi dan anaknya membuat pelaporan di ruang penyidik, saya sedang berada di ruang Kanit Reskrim, sangat jelas dan gamblang bahwa kades Purwadadi sudah menanggung kerugian pinancial sebesar itu dan saya baru tau, harapan saya HM Mustofa oknum yang mengaku tenaga akhli dari kemendes segera di sered dan harus diadili, sesuai peraturan hukum yang berlaku,” ucap YS.

Jadi saya jelaskan saya dijanjikan jika pembangunan dapur bergizi sehat ini sudah berjalan mau di gajih per bulannya sebesar 5 juta rupiah, oleh oknum yang mengaku tenaga akhli dari Kemendes,” pungkasnya.

Menurut keterangan pihak unit reskrim Polres Ciamis terduga pelaku HM Mustofa kini masih dalam pencarian buron ada info melarikan kei daerah Batam.

Penulis: AY
sumber: YS