Ribuan Warga Desa Puteran Gelar Aksi Doa Massal Bercahaya, Tokoh Agama hingga Aparat Desa Bersatu Padukan Kekuatan Spiritual dan Sosial!
Bandung Barat Rois7
Suasana malam di Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, berubah menjadi lautan cahaya yang memukau. Ribuan warga tumpah ruah di lapangan desa untuk memperingati hari besar Islam dengan cara yang unik dan penuh khidmat: menggelar doa bersama sambil memegang obor dan lilin. Momen ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan simbol kuatnya persatuan antara tokoh agama, pemerintah desa, dan masyarakat sipil.
Acara yang dihadiri ribuan warga ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai spiritualitas masih menjadi perekat sosial yang tangguh di tengah dinamika zaman. Kehadiran para tokoh kunci memberikan bobot tersendiri pada acara ini.
Kolaborasi Tiga Pilar: Ulama, Pemerintah, dan Rakyat
Ketua RW 01 Desa Puteran, Didin Supriyadi, mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme warga yang luar biasa. Menurutnya, acara ini adalah manifestasi dari gotong royong yang sesungguhnya.
“Alhamdulillah, ribuan warga hadir malam ini. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Puteran sangat peduli terhadap syiar agama dan menjaga kerukunan. Yang lebih membanggakan, acara ini didukung penuh oleh semua elemen,” ujar Didin.
Berikut adalah deretan tokoh penting yang turut serta menyemarakkan dan mengawal jalannya acara:
* Pimpinan Spiritual: Ketua MUI Desa Puteran, Ustadz Jajang Maarip, memimpin rangkaian doa dan tausiyah, memberikan sentuhan religius yang mendalam bagi ribuan jamaah.
* Perwakilan Legislatif Desa: Ketua BPD diwakili oleh Sekretaris BPD, Asep Beti, menegaskan dukungan lembaga perwakilan terhadap kegiatan positif yang membangun karakter warga.
* Eksekutif Desa: Aparatur Desa diwakili oleh Sekretaris Desa (Sekdes), Elar Sukmana, menunjukkan komitmen pemerintah desa dalam memfasilitasi kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan non-fisik.
* Tetua & Adat: Bapak Apung Ade Muhtar selaku perwakilan Tua Kampung hadir memberikan restu dan menjaga nilai-nilai kearifan lokal agar tetap lestari berdampingan dengan syariat Islam.
* Struktur Wilayah: Para Ketua RW dari RW 01 hingga RW 16, beserta seluruh Ketua RT dan tokoh masyarakat seperti Dedi Supriatna, turun langsung mengkoordinir warga, memastikan acara berlangsung tertib, aman, dan hikmat.
Lautan Cahaya: Simbol Harapan dan Persatuan
Visualisasi ribuan titik api yang menyala di kegelapan malam menciptakan pemandangan yang viral dan menyentuh hati. Setiap obor dan lilin yang dipegang warga melambangkan harapan akan keberkahan, perlindungan dari Tuhan, serta semangat untuk terus menerangi lingkungan sekitar dengan kebaikan.
Asap dupa dan cahaya temaram menciptakan atmosfer mistis sekaligus damai. Tidak ada sekat antara pejabat dan rakyat; semua duduk bersila di atas rumput, berdoa dengan khusyuk. Momen ini mengajarkan bahwa di hadapan Tuhan, status sosial lebur menjadi satu: hamba yang butuh ampunan dan petunjuk.
Ujar Didin Supriyadi ketua RW 01








