POLRI TURUN SAWAH , Polres Cimahi Ubah Lahan Tidur Jadi Emas, Panen 377 Ton Jagung untuk Ketahanan Pangan Nasional!
BANDUNG BARAT ROIS7
Siapa sangka, seragam cokelat kini tak hanya berjaga di pos polisi, tapi juga berlumuran lumpur di sawah. Polres Cimahi berhasil mengubah lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif di wilayah Kabupaten Bandung Barat menjadi ladang emas penghasil pangan. Jutaan batang jagung yang ditanam beberapa bulan lalu kini mulai menuai hasil manis, menandai keberhasilan nyata program ketahanan pangan yang digagas Polri.

Fenomena “Polisi Petani” ini langsung menyita perhatian publik dan menjadi sorotan positif di tengah isu krisis pangan global. Langkah konkret Polres Cimahi dinilai sebagai terobosan brilian dalam mendukung program strategis pemerintah pusat.
“Kami Jaga Keamanan, Kami Juga Jaga Perut Rakyat”
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menegaskan bahwa kehadiran Polri di sektor pertanian bukan sekadar pencitraan, melainkan bentuk dedikasi total terhadap kedaulatan pangan bangsa.
“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga turut hadir dan berkontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah. Melalui panen raya jagung ini, kami berharap dapat mendorong peningkatan produksi pangan serta kesejahteraan para petani,” ujar AKBP Niko saat dikonfirmasi di lokasi panen, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan petani lokal menciptakan rasa aman bagi petani untuk bertani tanpa gangguan, sekaligus meningkatkan produktivitas lahan yang sebelumnya terbengkalai.
Target Ambisius: 1.700 Hektare & Serapan Bulog 2.500 Ton
Polres Cimahi tidak main-main dalam program ini. Mereka menargetkan penanaman jagung seluas 1.700 hektare. Hasil panen nantinya akan langsung diserap oleh Perum Bulog dengan target volume mencapai 2.500 ton.
Kualitas jagung yang dihasilkan pun sangat ketat mengikuti standar nasional:
– Kadar Air: Di bawah 14%
– Antitoksin (Aflatoksin): Di bawah 50 ppb (parts per billion)
Hal ini memastikan bahwa jagung hasil binaan Polri layak konsumsi dan aman disimpan sebagai cadangan pangan negara.
Realisasi Saat Ini: 334 Hektare Tanam, 377 Ton Panen
Hingga berita ini diturunkan, progres lapangan menunjukkan angka yang menggembirakan:
– Luas Lahan Terkelola: 334,50 hektare telah ditanami.
– Total Panen: 377,5 ton jagung pipilan kering.
– Serapan Bulog: 165 ton telah resmi diserahkan ke gudang Bulog.
Angka-angka ini membuktikan bahwa program swasembada pangan yang diusung Polres Cimahi berjalan efektif dan terukur.
Bantuan Nyata: Traktor, Pupuk, hingga Bibit Unggul
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan fasilitas yang diberikan Polres Cimahi kepada kelompok tani binaannya. Bantuan tersebut meliputi:
1. Traktor Bajak: Untuk efisiensi pengolahan lahan yang cepat dan merata.
2. Pupuk NPK: Untuk memastikan nutrisi tanah terjaga.
3. Bibit Jagung Unggul Hibrida: Yang memiliki potensi hasil panen lebih tinggi dan tahan hama.
“Tentunya kami juga memberikan bantuan sebagai langkah dukungan agar meningkatkan produksi panen jagung. Semua bantuan yang kita berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tegas Kapolres Niko.
Dampak Sosial: Petani Sejahtera, Lahan Produktif
Bagi warga KBB dan sekitarnya, kehadiran Polres Cimahi di tengah sawah membawa angin segar. Lahan-lahan kritis yang dulu hanya ditumbuhi semak belukar kini hijau subur. Petani merasa didampingi, bukan hanya secara keamanan, tapi juga secara teknis dan ekonomi.
Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi jajaran kepolisian lain di seluruh Indonesia, bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional, dan Polri siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkannya.
Selamat untuk Polres Cimahi dan para petani binaan! Kalian telah membuktikan bahwa seragam dinas bisa bersinergi indah dengan alam untuk kemakmuran rakyat.
(Red )








