Ironi Dapur MBG Sindangkerta: Hanya Berjarak 1,5 KM, Dua PAUD di Cicangkang Girang “Dianaktirikan”

BANDUNG BARAT ROIS7

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi primadona kebijakan Presiden Prabowo Subianto mulai meninggalkan noda hitam di lapangan. Di Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, dua lembaga pendidikan anak usia dini justru gigit jari meski dapur produksi hanya “selemparan batu” dari sekolah mereka.Jumat 30/01

Dua sekolah tersebut adalah Kober Amal Shaleh (30 siswa) dan PAUD Rojaul Hidayah (39 siswa). Keduanya berlokasi di Desa Cicangkang Girang—desa yang sama dengan lokasi berdirinya Dapur MBG.

Sangat kontradiktif jika melihat fakta di lapangan. Jarak antara Dapur MBG dengan kedua sekolah tersebut diperkirakan hanya 1,5 kilometer. Namun, hingga detik ini, belum ada satu kotak makanan pun yang mendarat di meja siswa-siswi kecil tersebut.

Asep Hermawan, Kepala PAUD Amal Shaleh, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap pengelola Dapur MBG yang dianggap menutup mata terhadap keberadaan sekolah di lingkungan mereka sendiri.

“Aneh sekali, Dapur MBG ada di desa kami, jaraknya cuma 1,5 KM, tapi anak-anak kami seolah dianaktirikan. Pihak pengelola Dapur MBG ‘cuek bebek’ seolah tidak peduli dengan data siswa di sini,” ujar Asep dengan nada getir.

Ancaman Lapor ke Istana
Senada dengan Asep, Imas selaku Kepala PAUD Rojaul Hidayah merasa ada ketidakadilan dalam distribusi program nasional ini. Padahal, total 69 siswa dari kedua sekolah tersebut sangat membutuhkan asupan gizi yang dijanjikan pemerintah pusat.

Kekecewaan yang memuncak membuat para pimpinan sekolah ini berencana mengambil langkah ekstrem. Mereka tidak akan lagi berharap pada birokrasi lokal yang dianggap buntu.
Poin Utama Kekecewaan:

Aksesibilitas: Jarak sangat dekat (1,5 KM) namun tidak tersentuh distribusi.

Transparansi: Tidak adanya kejelasan kriteria sekolah penerima di tingkat desa.

Responsivitas: Sikap pengelola dapur yang dianggap tidak komunikatif (cuek).

“Saya akan laporkan masalah ini langsung kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kenapa program yang tujuannya mulia ini justru diwarnai diskriminasi di tingkat bawah? Jangan sampai niat baik Presiden dirusak oleh oknum pengelola yang tidak amanah,” tegas Asep didampingi Imas.
Menunggu Jawaban Pengelola

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Dapur MBG Desa Cicangkang Girang terkait alasan dilewatkannya dua sekolah tersebut. Publik kini menunggu, apakah program ini benar-benar untuk seluruh anak bangsa, atau hanya mereka yang “terlihat” oleh pengelola saja?