Buletin Jum’at

Oleh: Bana Sopandi
Tema: Bahayanya Demokrasi Liberal

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sebagaimana kita ketahui, Indonesia menganut sistem demokrasi terpimpin yang berlandaskan musyawarah dan nilai-nilai Pancasila. Namun akhir-akhir ini, semangat demokrasi itu semakin bergeser ke arah liberalisme, yaitu kebebasan tanpa batas yang tidak lagi berpijak pada norma agama dan moral bangsa.

Demokrasi liberal mengajarkan bahwa suara manusia adalah kebenaran mutlak, padahal dalam Islam kebenaran hanyalah milik Allah.
Allah ﷻ berfirman:

> وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
“Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.”
(QS. Al-Māidah: 44)

 

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

> “Kamu sekalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta…” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Hadis ini menjadi peringatan bahwa umat Islam akan terjebak dalam sistem dan gaya hidup kaum yang tidak berpedoman pada wahyu, jika tidak berhati-hati.

Saudaraku kaum muslimin,
Demokrasi liberal membawa bahaya besar: hilangnya adab terhadap ulama, bebas menghina agama, merusak akhlak generasi muda, dan mengutamakan hawa nafsu daripada syariat. Oleh karena itu, kita harus kembali kepada demokrasi yang bermoral, berlandaskan musyawarah dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Mari kita jadikan Islam sebagai dasar berpikir dan bertindak, bukan hawa nafsu manusia. Karena kebebasan sejati hanyalah dalam ketaatan kepada Allah ﷻ.

وَاللّٰهُ الْمُسْتَعَانُ
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh