Gedung PGRI Batujajar Disulap Jadi Dapur MBG, Guru-Guru Teriak: “Ini Penghianatan!” Eddy Hunter Ancam Laporkan ke Polisi, Desak Ketua PGRI Kabupaten Rustiyana Turun Tangan!

Bandung Barat Rois7

Gedung milik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Batujajar yang seharusnya menjadi pusat aktivitas guru dan pendidikan, kini justru disewakan secara diam-diam kepada pihak ketiga untuk dijadikan dapur umum Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Skandal ini memicu kemarahan massif para guru di wilayah tersebut, yang merasa hak mereka dirampas dan integritas organisasi guru dinodai.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Anti Pungli dan Korupsi Nasional (AMAKnP), Eddy Hunter, turun tangan dengan nada keras dan tegas. Ia menyatakan akan memimpin investigasi langsung bersama timnya, serta melaporkan kasus ini ke kepolisian jika tidak ada tindakan nyata dari pengurus PGRI tingkat kabupaten.

“Masa’ Gedung PGRI Disewakan Tanpa sepengetahuan Anggota? Ini Bukan Lagi Kelalaian, Tapi Kolusi!”

Dalam konferensi pers mendadak di sekretariat nya Eddy Hunter bersuara lantang:

“Saya selaku Ketua Umum AMAKNP menyatakan: ini bukan sekadar kesalahan administratif. Ini adalah bentuk penyalahgunaan aset organisasi profesi yang seharusnya melindungi kepentingan guru. Masa’ ketua PGRI kecamatan, Bapak Ading, bisa begitu saja menyewakan gedung tanpa tahu? Atau pura-pura tidak tahu? Para guru di lapangan sudah berteriak-teriak, tapi dia malah diam? Ini penghianatan terhadap amanah!”

Eddy juga menyoroti ketidaktahuan atau pembiaran oleh pimpinan PGRI tingkat atas. Menurutnya, masalah ini sudah melampaui batas toleransi karena menyangkut hajat hidup orang banyak — yaitu para guru yang selama ini menggunakan fasilitas tersebut untuk rapat, pelatihan, hingga kegiatan sosial.

“Ketua PGRI Kabupaten, Rustiyana, harus segera turun tangan! Jangan tunggu sampai viral lagi, jangan tunggu sampai ada demonstrasi besar-besaran. Ini urusan prinsip. Kalau dibiarkan, besok-besok gedung PGRI di tempat lain bisa jadi gudang, warung, bahkan tempat judi online!”

Guru-Guru Batujajar: “Kami Dibohongi Atas Nama ‘Untuk Rakyat’”

Sejumlah guru yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa mereka baru mengetahui penggunaan gedung sebagai dapur MBG setelah melihat kantor PGRI disulap jadi dapur ,Mereka protes keras karena tidak pernah dilibatkan dalam keputusan penyewaan, apalagi mendapat kompensasi atau transparansi dana.

“Kami dikasih tahu kalau ini ‘untuk rakyat’, tapi kenapa kami sebagai pemilik hak pakai justru tidak tahu? Dana sewa itu kemana? Apakah masuk kas PGRI kecamatan? Atau masuk kantong pribadi?” ujar seorang guru diBatujajar.

Dugaan kuat pun muncul bahwa ada aliran dana ilegal dari penyewaan gedung tersebut, yang kemungkinan besar digunakan untuk kepentingan pribadi oknum pengurus PGRI setempat.

Ancaman Hukum Nyata: Eddy Hunter Siap Bawa Kasus Ini ke Polda Jabar

Eddy Hunter menegaskan bahwa AMAKNP tidak akan tinggal diam. Tim investigasinya telah mulai mengumpulkan bukti dokumen, saksi, dan rekaman video kondisi gedung saat ini. Jika dalam waktu 7 hari tidak ada tanggapan resmi dan tindakan konkret dari Pengurus PGRI Kabupaten KBB, maka laporan pidana akan segera diajukan ke Kepolisian Daerah Jawa Barat.

“Kami akan laporkan pasal-pasal terkait penyalahgunaan wewenang, korupsi ringan, hingga pelanggaran etika organisasi. Kami juga akan minta KPK turun jika ditemukan indikasi gratifikasi atau mark-up dana. Jangan kira kami main-main. Ini soal harga diri guru dan masa depan pendidikan di KBB!”

Tuntutan Utama AMAKNP:
1. Pencabutan segera kontrak penyewaan gedung PGRI Batujajar kepada pihak ketiga.
2. Audit internal dan eksternal terhadap seluruh aset PGRI di wilayah KBB.
3. Penindakan disiplin terhadap Ketua PGRI Kecamatan Batujajar (Ading) dan evaluasi kepemimpinan Ketua PGRI Kabupaten (Rustiyana).
4. Transparansi penuh atas penggunaan dana hasil penyewaan (jika ada) selama periode terakhir.
5. Restitusi hak pakai bagi para guru untuk kembali memanfaatkan gedung sesuai fungsi aslinya.
Ujar