Eddy Hunter Semprot Pengusaha Dapur MBG: “Jangan Cuma Cari Untung, Mana Empati Buat Korban Longsor Pasirlangu?”

BANDUNG BARAT ROIS7

Ketua Umum Aliansi Masyarakat Anti Pungli dan Korupsi Nasional, Eddy Hunter, melontarkan kritik pedas terkait minimnya kepedulian sosial dari para pemenang proyek Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap bencana longsor yang menimpa warga Pasirlangu, Cisarua. kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat kamis 29/01

Eddy menilai, para pengusaha yang telah mengantongi kontrak besar untuk program nasional tersebut seolah “tutup mata” dan asyik dengan hitung-hitungan profit di atas penderitaan warga sekitar.

Dalam keterangannya, Eddy Hunter menegaskan bahwa keberadaan proyek besar di suatu wilayah seharusnya membawa dampak sosial (CSR) yang nyata, terutama saat terjadi keadaan darurat bencana.

“Kami melihat ada ketimpangan moral yang nyata di sini. Proyek Dapur MBG itu nilainya fantastis, tapi sampai detik ini, jejak donasi atau bantuan nyata dari mereka untuk korban longsor Pasirlangu belum kelihatan. Jangan sampai pengusaha hanya mau ‘makan’ di sini, tapi tidak mau berbagi saat warga kena musibah!” tegas Eddy.

* Transparansi Kepedulian: Aliansi mempertanyakan komitmen moral para pengusaha Dapur MBG dalam menjalankan fungsi tanggung jawab sosial perusahaan.

* Urgensi Bantuan: Warga Pasirlangu saat ini membutuhkan uluran tangan segera, mulai dari logistik hingga dukungan moril, bukan sekadar tontonan proyek besar di wilayah mereka.

* Audit Sosial: Eddy Hunter mengancam akan terus memantau dan menyuarakan hal ini agar pemerintah mengevaluasi kontraktor atau pengelola yang tidak memiliki sensitivitas terhadap lingkungan sosial lokal.

“Jangan Jadi Penonton di Tanah Bencana”
Eddy menutup pernyataannya dengan peringatan keras agar para pemilik modal tidak bersikap eksklusif dan acuh tak acuh.

“Kita tidak butuh pengusaha yang cuma pintar bikin laporan keuangan, tapi butuh yang punya hati. Kalau untuk urusan bisnis mereka cepat, kenapa untuk kemanusiaan mereka lambat? Kami tunggu aksi nyata mereka di Pasirlangu!” pungkasnya