JANGAN SALING MENYALAHKAN DALAM KASUS DUGAAN KERACUNAN MBG, MARI CARI SOLUSI TERBAIK ” KATA Ir.APUNG HADIAT PURWOKO M.Si ”

BANDUNG RAYA ROIS7

Kasus keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi perhatian serius, dengan Badan Gizi Nasional (BGN) berupaya mengidentifikasi akar masalah dan menerapkan langkah-langkah pencegahan. Alih-alih saling menyalahkan, fokus utama adalah pada perbaikan sistematis untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang didistribusikan kepada siswa Jum’at 26/9

Menurut Ir Apung Hadiat Purwoko M.Si Selaku Pemerhati Sosial dan kebijakan Pemerintah serta berbagai sumber penyebab Keracunan yang Teridentifikasi
BGN telah mengidentifikasi beberapa penyebab utama keracunan dalam program MBG diantaranya
Bahan Baku Tidak Layak Bahan baku yang digunakan terkadang tidak segar atau sudah tidak layak disajikan. BGN kini meningkatkan mutu dengan memastikan bahan baku harus segar dan lebih selektif

Proses Pengolahan Terlalu Lama Beberapa insiden keracunan, seperti di Sukoharjo, Pali, Bandung, dan Tasikmalaya, disebabkan oleh waktu antara memasak dan penyajian yang terlalu lama. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini diinstruksikan untuk tidak memasak terlalu jauh dari waktu penyiapan

Kontaminasi Bakteri Di Bogor, hasil laboratorium menunjukkan kontaminasi bakteri Salmonella dan E. coli pada air, bahan baku seperti telur, dan sayuran. Kontaminasi ini menjadi penyebab ratusan siswa keracunan

Keterlambatan Konsumsi Kasus keracunan di Batang terjadi karena menu MBG dikonsumsi terlambat akibat adanya acara sekolah, menunjukkan pentingnya batas toleransi waktu antara makanan diterima dan dikonsumsi

Kurangnya Penyegaran Pelatihan Insiden keracunan juga terjadi pada SPPG yang sudah beroperasi 3-4 bulan, mengindikasikan adanya kebiasaan yang kurang higienis. BGN kini mewajibkan pelatihan penyegar bagi penjamah makanan setiap 2 bulan.

Masih menurut Apung upaya Pencegahan dan Peningkatan Mutu
BGN telah mengambil berbagai langkah untuk mencegah terulangnya kasus keracunan:
Peningkatan Protokol Keamanan Protokol keamanan ditingkatkan selama proses pengantaran dari SPPG ke sekolah, serta penetapan batas toleransi waktu konsumsi

Uji Organoleptik Wajib Setiap menu wajib menjalani uji organoleptik (tampilan, aroma, rasa, tekstur). Jika ada perubahan pada rasa atau tekstur, menu harus diganti

Standar Baru SPPG dan Sertifikasi BGN menetapkan standar baru untuk SPPG, termasuk pemilihan menu oleh ahli gizi, pengecekan bahan baku oleh dinas ketahanan pangan setiap bulan, dan perbaikan standar dapur agar lebih higienis dengan peralatan stainless steel. SPPG juga dirancang berbasis semi-industri dengan fasilitas penyimpanan yang memadai

Sertifikasi Higienitas dan HACCP BGN sedang menyusun sertifikasi laik higienisanifikasi serta sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) untuk SPPG, yang ditargetkan dapat diimplementasikan paling lambat Juli

Evaluasi Menyeluruh Para ahli menyarankan pemerintah untuk melakukan evaluasi dan investigasi serius terhadap setiap insiden keracunan, mencatat bagaimana keracunan dapat terjadi, serta memastikan food safety dan monitoring standar penyediaan makanan oleh mitra SPPG dilakukan secara ketat

Fokus pada perbaikan sistem dan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan diharapkan dapat mencegah insiden keracunan di masa mendatang, memastikan program MBG berjalan efektif dan aman bagi anak-anak penerima manfaat. Ujar apung Hadiat di sela kesibukannya

( Candra)