Waspada “Penumpang Gelap” Jelang Mutasi Pejabat KBB, Edi Hunter: Ada Upaya Adu Domba Lewat Surat Hoaks

BANDUNG BARAT ROIS7

Menjelang agenda besar rotasi, mutasi, dan promosi pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), tensi politik internal kian memanas. Ketua Aliansi Masyarakat Anti Pungli dan Korupsi Nasional (Amankan), Edi Hunter, memberikan peringatan keras kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Rabu ,21/1

Edi menilai, munculnya surat palsu (hoaks) yang mencatut instruksi koordinasi Kepala Sekolah dengan Kepala BKPSDM adalah bukti nyata adanya pihak yang ingin memperkeruh suasana.

Edi Hunter menekankan bahwa proses rotasi kali ini sangat rawan disusupi kepentingan oknum yang tidak senang dengan stabilitas kepemimpinan saat ini. Ia meminta pimpinan daerah untuk lebih selektif dan waspada terhadap informasi yang beredar.

Bupati, Wakil Bupati, dan Baperjakat harus ekstra hati-hati. Surat hoaks yang meminta Kepala Sekolah berkoordinasi dengan BKPSDM itu adalah sinyal bahaya. Ini jelas upaya adu domba dan sabotase kepercayaan publik,” tegas Edi Hunter saat ditemui media.

Munculnya surat tersebut dinilai bukan sekadar iseng, melainkan gerakan terstruktur untuk:

Menciptakan Kegaduhan: Membuat para ASN, khususnya di sektor pendidikan, merasa resah dan bingung.

Mendelegitimasi Pimpinan: Membangun citra seolah-olah proses mutasi bisa diatur melalui pintu belakang atau koordinasi informal yang tidak resmi.

Menjebak Pejabat: Memancing pejabat untuk mengambil langkah yang salah berdasarkan informasi palsu tersebut.

Edi Hunter juga menyoroti peran BKPSDM agar tetap tegak lurus pada aturan dan tidak terpengaruh oleh isu-isu liar. Ia mencurigai ada “orang dalam” atau pihak luar yang merasa terancam dengan kepemimpinan saat ini, sehingga menggunakan cara-cara kotor untuk merusak proses birokrasi.

“Jangan sampai proses promosi dan mutasi ini dinodai oleh praktik transaksional atau titipan-titipan yang bersembunyi di balik kekacauan informasi ini. Tim Baperjakat harus bekerja berdasarkan merit system, bukan berdasarkan tekanan dari penyebar hoaks,” tambahnya.

Masyarakat KBB berharap agar rotasi dan mutasi ini benar-benar menghasilkan pejabat yang kompeten, bukan mereka yang pandai bermain “politik surat” atau memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. Edi menegaskan bahwa lembaganya akan terus mengawal proses ini hingga tuntas guna memastikan KBB bersih dari praktik pungli dan korupsi.