Program Inpres BBWS Diduga Jadi Ajang Bancakan, Ketua Jawara Chandra Angkat Bicara

Bandung Raya Rois7

 

Sebuah program Instruksi Presiden (Inpres) yang dipercayakan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) tengah menjadi sorotan. Ketua Jawara, Chandra, mengungkapkan dugaan adanya praktik “bancakan” atau korupsi berjamaah dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait adanya indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program Inpres ini,” ujar Chandra dalam konferensi pers yang digelar di Bandung, Senin (10/11). “Diduga, ada oknum yang memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.”

Chandra menjelaskan, dugaan penyimpangan tersebut meliputi mark-up anggaran, proyek fiktif, hingga kualitas pekerjaan yang buruk. Ia mencontohkan beberapa proyek yang diduga bermasalah, seperti pembangunan infrastruktur pengairan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan pengadaan barang yang harganya jauh di atas harga pasar.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi dan pemanggilan terhadap dugaan penyimpangan ini,” tegas Chandra. “Jangan sampai program yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat justru menjadi ajang korupsi yang merugikan negara.”

Jawara ( Jaringan Wahana Rakyat ), sebagai organisasi masyarakat yang peduli terhadap pembangunan dan pemberantasan korupsi, berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Chandra juga mengajak masyarakat untuk berani melaporkan jika mengetahui adanya indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program Inpres tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BBWS belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Kami akan terus berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.

( RH )