Pejabat Diminta Monitor Wilayah Bandung Barat di Tengah Ancaman Bencana Musim Hujan

BANDUNG BARAT ROIS7

Para pejabat di lingkungan Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sedang melaksanakan kegiatan di luar daerah diimbau untuk tetap memantau dan memprioritaskan kondisi wilayahnya, terutama mengingat ancaman bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir yang rentan terjadi selama musim hujan.

Imbauan tegas ini disampaikan oleh Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi dan Pungli Nasional Eddy Hunter, yang menyoroti pentingnya kehadiran dan pengawasan aktif dari para pimpinan wilayah di tengah cuaca ekstrem.
“Pejabat yang mengadakan kegiatan di luar Kabupaten Bandung Barat diharap bisa monitor wilayahnya karena musim hujan, takut longsor dan ada bencana lain,” ujar Eddy Hunter.

Pernyataan ini muncul menyusul seringnya kejadian longsor dan pergerakan tanah di berbagai kecamatan di KBB yang memiliki topografi perbukitan dan rawan bencana, seperti Gununghalu, Cipongkor, Cililin, dan Lembang, terutama saat curah hujan tinggi.

Pemerintah Daerah Diminta Siaga Penuh
Sejumlah data menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sendiri telah menetapkan status siaga bencana menjelang puncak musim hujan. Hal ini menuntut semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran kewilayahan untuk bekerja secara maksimal dalam upaya mitigasi dan penanganan darurat.

* Prioritas Utama: Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.
* Koordinasi Cepat: Diperlukan koordinasi yang cepat dan efektif antara OPD teknis, BPBD, TNI/Polri, hingga tingkat kecamatan dan desa.
* Pengawasan Infrastruktur: Pemantauan terhadap infrastruktur rawan, seperti tebing, saluran air, dan jalan penghubung, perlu ditingkatkan.

Eddy Hunter berharap, meskipun sedang bertugas di luar daerah, para pejabat tetap dapat memastikan sistem penanggulangan bencana di bawah kendali mereka berjalan optimal, demi meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi pada masyarakat KBB.