Lepas 363 Siswa, SMPN 1 Cisarua Kemas Acara Penuh Apresiasi dan Karya Anak Bangsa

CISARUA – Sebuah momen penuh haru dan kebanggaan mewarnai halaman SMP Negeri 1 Cisarua pada Kamis, 11 Juni 2026. Sebanyak 363 siswa yang telah menyelesaikan masa belajarnya secara resmi dilepas dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat namun tetap hangat dan akrab. Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai elemen pendidik dan masyarakat, mulai dari komite sekolah, perwakilan orang tua, hingga unsur pimpinan wilayah seperti Babinkamtibmas, jajaran Polsek, Koramil, serta perangkat pemerintahan desa setempat.

Berbeda dengan pelaksanaan seremonial biasa, acara tahunan ini dirancang khusus untuk menjadi wadah penghargaan bagi seluruh siswa. Menurut Muhamad Fahmi Nurdiansyah, salah satu tenaga pendidik di sekolah tersebut, kegiatan ini bertujuan memberikan ruang seluas-luasnya agar bakat dan prestasi anak-anak dapat tersorot. “Kami ingin momen ini menjadi kenangan berharga sekaligus bukti bahwa keberhasilan tidak hanya dilihat dari nilai rapor, tapi juga dari bakat dan kepribadian yang mereka miliki,” ujarnya.

Suasana semakin semarak dengan rangkaian penampilan seni yang seluruhnya ditampilkan oleh siswa berprestasi sekolah tersebut. Mulai dari tarian tradisional, vokal grup, hingga pertunjukan seni lainnya, menjadi bukti nyata kreativitas generasi muda di wilayah ini. Fahmi menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara, baik sesi penghargaan maupun hiburan, berpusat pada pencapaian anak-anak, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. “Semua penampilan berasal dari karya mereka sendiri. Ini bentuk apresiasi kami agar mereka semakin percaya diri dan bangga dengan hasil kerja kerasnya,” tambahnya.

Menariknya, penyelenggaraan kegiatan ini sepenuhnya berlandaskan gotong royong. Fahmi menjelaskan bahwa seluruh biaya dan persiapan merupakan inisiatif serta sumbangan sukarela dari para orang tua siswa. Peran sekolah lebih banyak sebagai fasilitator yang menyediakan tempat dan memastikan jalannya acara tetap tertib dan aman. “Sekolah hanya memfasilitasi, sedangkan semangat dan dukungan utama datang langsung dari keluarga siswa. Ini menjadi contoh nyata sinergi yang baik antara warga sekolah dan masyarakat,” tegasnya.

Pola Pilihan Sekolah Mulai Berubah

Dalam kesempatan tersebut, Fahmi juga mengungkapkan adanya pergeseran pola pemilihan sekolah lanjutan di kalangan lulusan. Selama ini, SMAN 1 Cisarua atau yang akrab disebut Semancis selalu menjadi pilihan utama. Namun, seiring diterapkannya aturan kuota penerimaan dan berkembangnya akses pendidikan di sekitar wilayah, minat siswa mulai sedikit bergeser.

Jika sebelumnya sekitar 40 persen lulusan menempatkan Semancis sebagai tujuan utama, angka tersebut kini berkisar di rentang 30 hingga 35 persen. Meskipun demikian, sekolah tersebut tetap menjadi favorit teratas. Perubahan yang terlihat justru pada penyebaran pilihan yang semakin beragam. Sekolah kejuruan seperti SMKN 1 Cisarua kini mulai banyak dilirik sebagai alternatif, seiring dengan meningkatnya ketertarikan siswa pada bidang keterampilan teknis. Tak hanya itu, sekolah-sekolah di wilayah tetangga seperti SMAN 1 Parongpong dan sejumlah institusi pendidikan di Kota Cimahi juga mencatat peningkatan jumlah pendaftar yang cukup signifikan tahun ini.

Pesan untuk Masa Depan

Di penghujung wawancaranya, Fahmi menyampaikan doa dan harapan dari seluruh guru dan staf sekolah. Ia mengingatkan agar para lulusan tidak berhenti menuntut ilmu meski telah meninggalkan bangku SMP. “Di mana pun nanti kalian melanjutkan sekolah, entah di dekat rumah maupun harus merantau, jangan pernah kendurkan semangat belajar. Pendidikan adalah bekal paling berharga yang akan menuntun kalian meraih apa yang dicita-citakan,” pesannya dengan penuh haru.

Acara pelepasan ini pun ditutup dengan doa bersama, harapan agar seluruh siswa yang baru saja lulus dapat melangkah lebih jauh, meraih kesuksesan, dan tetap membawa nama baik almamater tercinta**

Tjandra