Gedung PGRI Batujajar “Disulap” Jadi Dapur MBG Tanpa MoU, Ketua PGRI Baru Angkat Bicara: “Ada Oknum di Balik Ini?
Bandung Barat Rois7
Penggunaan Gedung PGRI Kecamatan Batujajar sebagai lokasi operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tengah menjadi sorotan hangat. Pasalnya, kepengurusan baru PGRI Batujajar periode 2025-2030 mengaku tidak mengetahui adanya kesepakatan resmi terkait penggunaan aset organisasi tersebut.
Ketua PGRI Kecamatan Batujajar, Ading Hidayat yang didampingi jajaran pengurus lainnya, memberikan pernyataan tegas guna meluruskan informasi yang beredar di masyarakat agar tidak simpang siur.
Persoalan “Dapur” yang Tak Diketahui
Ading menegaskan bahwa sebagai pengurus yang baru mengemban amanah, pihaknya merasa dilangkahi terkait operasional dapur MBG di markas guru tersebut. Ia menyebut tidak ada dokumen resmi atau Memorandum of Understanding (MoU) yang diterima oleh pengurus saat ini.
Saya benar-benar tidak mengetahui masalah dapur ini karena kami adalah kepengurusan baru. Kami menanyakan legalitas berdirinya dapur itu karena sejauh ini tidak ada MoU dengan kami sebagai pengelola gedung,” ujar Ading kepada awak media, Senin (11/05).
Dugaan Pencatutan Nama PGRI oleh Oknum
Lebih jauh, muncul dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan nama organisasi untuk kepentingan sepihak guna menguasai atau menggunakan fasilitas gedung tanpa prosedur yang benar.
Ading mencurigai adanya keterlibatan oknum yang mengatasnamakan PGRI Batujajar agar pihak yayasan bisa menduduki gedung tersebut.
Jangan sampai masalah ini simpang siur di lapangan. Kami menduga ada kemungkinan besar oknum yang mengatasnamakan PGRI agar bisa menduduki gedung ini. Ini yang akan kami selidiki,”* tegasnya.
Langkah Tegas
Pemanggilan Pihak Yayasan
Guna menjernihkan persoalan, pengurus PGRI Batujajar berencana akan segera memanggil pimpinan yayasan yang mengelola program MBG tersebut. Pertemuan ini dianggap krusial untuk memastikan status penggunaan aset negara dan organisasi agar tetap berada di jalur hukum yang tepat.
“Kami akan mengundang secepatnya pemilik yayasan tersebut supaya masalah ini jelas dan transparan,” ambahnya.
Meski mempertanyakan prosedur penggunaan gedung, Ading menekankan bahwa secara organisasi, PGRI Batujajar tetap sejalan dengan program nasional.
Kami sangat mendukung penuh program pemerintah (Makan Bergizi Gratis), namun administrasinya harus benar. Jangan sampai aset organisasi digunakan tanpa koordinasi yang jelas dengan pengurus yang sah,”* pungkas Ading.








