.
Usai Dua Bulan “Mengungsi”, 220 Siswa SDN Sindangsari Kembali Belajar di Gedung Baru Hasil Sinergi Pandawara Group dan ZAP Clinic
BANDUNG BARAT – 24/9/26 Suasana kelas yang sempit dan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang tersebar di masjid hingga gazebo akhirnya menjadi kenangan bagi warga SD Negeri Sindangsari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Sejak Senin pekan ini, seluruh 220 siswa sekolah tersebut telah kembali menempati ruang kelas yang layak, nyaman, dan modern setelah gedung baru mereka resmi diresmikan.
Peresmian fasilitas pendidikan ini merupakan puncak dari program “Aksi Rebuilding School”, sebuah inisiatif kolaboratif antara kreator konten Pandawara Group dan ZAP Clinic. Langkah nyata ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan infrastruktur pendidikan yang memadai, seiring dengan lonjakan jumlah peserta didik di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SDN Sindangsari, Imas Heryani, S.Pd., mengakui bahwa periode renovasi yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan menjadi ujian ketangguhan bagi guru dan murid. Dengan keterbatasan ruang akibat pembongkaran bangunan lama, sekolah terpaksa menerapkan sistem KBM darurat.
“Kami harus sangat kreatif dan adaptif. Sebagian besar siswa belajar menumpang di Masjid dan fasilitas PAUD terdekat. Hanya untuk keperluan khusus atau jam tambahan, kami memanfaatkan gazebo di area sekolah,” ungkap Imas saat ditemui di lokasi, Senin.
Imas menambahkan, tekanan tersebut semakin terasa mengingat jumlah siswa di SDN Sindangsari mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya 196 siswa menjadi 220 siswa. Kehadiran gedung baru dinilai sangat tepat waktu untuk mengakomodasi pertumbuhan tersebut sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan belajar.
Acara serah terima dan peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita simbolis dan pemotongan tumpeng oleh Kepala Sekolah. Momen ini disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat kunci di Kabupaten Bandung Barat, termasuk Wakil Bupati H. Asep Ismail, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Imam Santoso, Kepala Bidang H. Eri, Camat Cipatat, serta unsur Forkopimcam setempat.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini menegaskan dukungan penuh terhadap upaya perbaikan infrastruktur pendidikan dasar, terutama yang melibatkan partisipasi swasta dan komunitas.
Lebih dari sekadar fisik bangunan yang baru, SDN Sindangsari bertekad untuk menanamkan nilai-nilai baru bagi para siswanya. Imas Heryani menyatakan bahwa antusiasme siswa untuk kembali ke kelas dibarengi dengan komitmen kuat untuk menjaga kebersihan fasilitas yang telah dibangun.
“Semangat anak-anak sangat terlihat. Kami ingin momentum ini menjadi awal dari prestasi yang lebih baik. Untuk itu, kami akan menerapkan disiplin kolektif dalam menjaga kebersihan. Membuang sampah pada tempatnya bukan lagi aturan, tapi budaya yang akan dijaga oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga staf,” tegas Imas.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pandawara Group dan ZAP Clinic. Menurut Imas, kolaborasi ini tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyaknya pihak lain untuk terlibat dalam kemajuan pendidikan melalui aksi nyata.
“Dengan fasilitas yang kini jauh lebih memadai, harapan kami besar. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan langkah awal bagi SDN Sindangsari untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli lingkungan,” pungkasnya.
Dengan resminya operasional gedung baru ini, SDN Sindangsari kini siap menghadapi tahun ajaran baru dengan wajah yang lebih segar, fasilitas yang memadai, dan semangat belajar yang tinggi dari seluruh civitas akademiknya.
*** Tjandraz ***








