Era Baru Kepemimpinan Desa di Bandung Barat H.Diki Rohani Pimpin Apdesi KBB 2026-2031 dengan Fokus Ekonomi Digital Dan Inklusivitas
BANDUNG BARAT – Dinamika pemerintahan desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasuki babak baru seiring dengan terpilihnya Diki Rohani, Kepala Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) KBB periode 2026–2031. Keputusan ini diambil melalui mekanisme pemilihan internal yang berlangsung pada Rabu (9/9/2026), di mana Diki berhasil meraih mandat kuat dengan perolehan 10 suara dari 18 orang, mengungguli kandidat lain H.Ayi dari Cipongkor.
Kemenangan H.Diki Rohani.S.,Pt tidak hanya sekadar pergantian estafet kepemimpinan, melainkan juga cerminan aspirasi kolektif para kepala desa se-KBB yang menginginkan pendekatan lebih pragmatis dan solutif terhadap tantangan pembangunan di tingkat akar rumput. Sosok Diki dinilai memiliki pemahaman mendalam mengenai heterogenitas kondisi desa di wilayah Bandung Barat, mulai dari kawasan wisata hingga daerah agraris.
Dalam visi misinya, Diki menempatkan penguatan ekonomi mandiri sebagai prioritas utama. Ia menyoroti urgensi optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa (Kopdes) yang sejalan dengan agenda strategis nasional. Namun, Diki menyadari bahwa implementasi program ini menghadapi kendala disparitas sumber daya. Tidak semua desa di KBB memiliki lahan atau kapasitas manajemen yang siap untuk mengembangkan unit usaha secara maksimal.
“Kami tidak bisa menerapkan satu resep untuk semua desa. Pendekatan kami akan bersifat kolaboratif; Apdesi akan menjadi fasilitator untuk mencari solusi teknis bagi desa-desa yang masih terkendala infrastruktur atau SDM,” ungkap Diki dalam konferensi pers pasca-pelantikan. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru akan segera membentuk tim formatur dan menggelar musyawarah kerja untuk merumuskan program yang relevan dengan kebutuhan spesifik masing-masing desa.
Salah satu poin menarik dari pernyataan visi Diki adalah responsnya terhadap wacana digitalisasi proses demokrasi desa, khususnya penerapan e-voting dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Berbeda dengan sikap yang sekadar mengikuti tren, Diki menawarkan pandangan yang lebih hati-hati dan inklusif.
Meskipun menyatakan dukungan prinsipil terhadap modernisasi sistem pemilu desa, Diki menekankan pentingnya asesmen kesiapan infrastruktur. Ia mengingatkan bahwa kesenjangan sinyal internet di beberapa titik wilayah KBB serta keterbatasan akses teknologi bagi kelompok rentan—seperti lansia dan warga berkebutuhan khusus—harus menjadi pertimbangan utama.
“Demokrasi harus adil dan merata. Jika e-voting diterapkan tanpa mitigasi risiko terhadap mereka yang gagap teknologi atau tinggal di zona blank spot, kita justru berpotensi mendiskualifikasi hak pilih sebagian warga. Kami akan mendorong pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal sebelum sistem ini diimplementasikan secara penuh,” tegasnya.
Ke depan, DPC Apdesi KBB di bawah komando H. Diki Rohani. S., Pt bertekad untuk memposisikan diri bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Tujuannya adalah untuk mengawal kebijakan bupati agar tepat sasaran di tingkat desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan potensi lokal.
Dengan masa bakti lima tahun di depan, seluruh pemangku kepentingan kini menunggu realisasi dari janji-janji kampanye tersebut. Langkah konkret pertama yang akan diambil adalah penyusunan struktur kepengurusan yang solid, yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi terciptanya desa-desa yang mandiri, maju, dan sejahtera di Kabupaten Bandung Barat.
** Tjn **








