Bana Sopandi Angkat Bicara Terkait Keracunan Makan Bergizi Gratis di Bandung Barat Diduga Akibat “Human Error”
Bandung Barat Rois7
Tokoh masyarakat Bandung Barat, Bana Sopandi menyoroti kasus keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) Diduga akibat “human error” atau kesalahan manusia. Pernyataan ini muncul di tengah maraknya laporan keracunan yang menimpa siswa sekolah di berbagai wilayah, termasuk Bandung Barat.
“Saya melihat akar masalah dari keracunan ini adalah ‘human error’. Ada kelalaian dalam proses persiapan, pengolahan, atau penyimpanan makanan yang menyebabkan kontaminasi,” ujar Bana Sopandi dalam keterangannya kepada media, Rabu,15/10
Bana Sopandi menekankan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
1. Pengawasan Bahan Baku: Menurutnya, pengawasan terhadap kualitas bahan baku makanan harus diperketat. Bahan-bahan yang digunakan harus segar, berkualitas, dan bebas dari bahan berbahaya.
2. Proses Pengolahan: Proses pengolahan makanan harus dilakukan dengan standar kebersihan yang tinggi. Peralatan masak harus bersih, dan juru masak harus memiliki pengetahuan tentang sanitasi makanan.
3. Penyimpanan Makanan: Makanan yang sudah dimasak harus disimpan dengan benar untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Makanan tidak boleh disimpan terlalu lama sebelum disajikan.
4. Pelatihan SDM: Bana Sopandi juga menyoroti pentingnya pelatihan bagi para petugas yang terlibat dalam program MBG. Mereka harus dibekali dengan pengetahuan tentang keamanan pangan dan sanitasi.
“Program Makan Bergizi Gratis ini sangat baik untuk meningkatkan gizi anak-anak kita. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, justru bisa membahayakan kesehatan mereka. Oleh karena itu, saya meminta kepada pemerintah daerah untuk lebih serius dalam menangani masalah ini,” tegasnya.
Bana Sopandi juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih aktif dalam mengawasi pelaksanaan program MBG. Jika menemukan adanya indikasi pelanggaran atau kelalaian, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Pernyataan Bana Sopandi ini menambah daftar panjang sorotan terhadap program MBG. Sebelumnya, berbagai pihak telah Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah ini dan memastikan keamanan pangan bagi siswa sekolah.
(Ags)








