Perkuat Sinergi Media dan Filantropi, FWMO Bandung Barat Gandeng BAZNAS dalam Deklarasi dan Santunan Anak Yatim
BANDUNG BARAT – Forum Wartawan Media Online (FWMO) Kabupaten Bandung Barat resmi mendeklarasikan diri dan mengukuhkan struktur organisasinya melalui sebuah acara yang sarat dengan nilai kepedulian sosial. Bertempat di Ballroom Lantai 4, Gedung B, Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (3/10/2026), FWMO tidak hanya merayakan kelahiran organisasinya, tetapi juga langsung membuktikan komitmennya terhadap masyarakat melalui program santunan anak yatim piatu.
Acara bertajuk “Silaturahmi Santunan Anak Yatim dan Deklarasi Pengukuhan FWMO” ini menjadi tonggak sejarah bagi para jurnalis media online di wilayah Bandung Barat untuk bersatu dalam satu wadah profesi yang profesional dan berintegritas. Yang menjadi sorotan utama dalam acara tersebut adalah kolaborasi strategis antara FWMO dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung Barat.
Kerjasama antara FWMO dan BAZNAS KBB ditandai dengan penyaluran bantuan paket sembako kepada sejumlah anak yatim. Langkah ini diambil sebagai bentuk nyata dari tali silaturahmi yang ingin dijalin secara harmonis dan berkesinambungan. Melalui fasilitasi forum wartawan media online, diharapkan bantuan sosial dapat tersalurkan lebih luas, transparan, dan tepat sasaran di masa mendatang.
Ketua FWMO Kabupaten Bandung Barat, Anne Nurgusari, menyatakan bahwa kehadiran forum ini bukan sekadar wadah berkumpulnya para wartawan, melainkan platform untuk berkontribusi nyata bagi kemaslahatan umat. Ia mengungkapkan rasa syukur atas respons positif dari berbagai pihak, khususnya BAZNAS KBB.
“Alhamdulillah, respon terhadap FWMO sangat baik. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS KBB yang telah membantu di bidang sosial, khususnya dalam menyediakan sembako untuk anak-anak yatim di momen penting deklarasi kami ini,” ujar Anne Nurgusari dalam sambutannya.
Anne menambahkan, dukungan ini merupakan modal awal yang kuat bagi FWMO untuk terus bergerak memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Selain dukungan penuh dari lembaga zakat negara, kesuksesan acara deklarasi FWMO juga tidak lepas dari dukungan berbagai instansi pemerintah maupun pihak swasta di Kabupaten Bandung Barat. Anne menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan melahirkan FWMO sebagai entitas baru yang siap berperan aktif dalam ekosistem pers dan sosial di daerah tersebut.
“Kami bangga FWMO bisa lahir dan sukses menggelar acara ini berkat dukungan banyak pihak. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara media, pemerintah, dan sektor swasta dapat menciptakan dampak positif yang nyata,” tambah Anne.
Meskipun kerjasama berjalan lancar, Kepala BAZNAS Kabupaten Bandung Barat, Drs. Iing Nurdin, M.Si., tidak dapat hadir secara fisik dalam acara deklarasi tersebut karena adanya kewajiban akademik yang mendesak. Melalui komunikasi daring, Iing Nurdin menyampaikan permohonan maaf dan apresiasi atas inisiatif FWMO.
“Terima kasih atas informasinya. Izin, pada hari Sabtu tersebut saya memiliki jadwal memberikan kuliah di kampus yang tidak dapat ditinggalkan,” tulis Iing Nurdin via pesan WhatsApp, sambil tetap mendukung penuh kegiatan sosial yang dilakukan oleh FWMO bersama BAZNAS.
Keabsenan pimpinan BAZNAS tersebut tidak mengurangi esensi kerjasama yang telah dibangun. Penyaluran bantuan tetap berjalan sesuai rencana, menunjukkan kematangan koordinasi antara kedua belah pihak.
Kehadiran FWMO di Kabupaten Bandung Barat dinilai strategis di era digital saat ini. Dengan mengintegrasikan fungsi pengawasan (watchdog) dan fungsi sosial, FWMO berharap dapat menjadi mitra yang konstruktif bagi pemerintah daerah dalam menyebarkan informasi yang akurat sekaligus membantu mengatasi persoalan sosial di masyarakat.
Acara deklarasi yang dihadiri oleh puluhan perwakilan media online lokal ini ditutup dengan harapan agar FWMO dapat terus menjaga kode etik jurnalistik sambil tetap peka terhadap lingkungan sekitarnya, sebagaimana dicontohkan melalui aksi sant








