FORUM WARTAWAN MEDIA ONLINE (FWMO) KAB. BANDUNG BARAT RESMI DEKLARASI, TEKANKAN PERAN MITRA PEMERINTAH DAN KONTROL SOSIAL YANG BERINTEGRITAS

 

BANDUNG BARAT, 4 Oktober 2026 – Era baru kolaborasi antara insan pers digital dan pemangku kepentingan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi dimulai. Forum Wartawan Media Online (FWMO) Kabupaten Bandung Barat secara sah dideklarasikan dan dilantik pada Sabtu (3/10/2026) di Ballroom Komplek Pemda KBB. Acara bersejarah ini dihadiri langsung oleh Bupati Bandung Barat serta perwakilan dari berbagai instansi strategis, termasuk Dinas Kominfo, Kesbangpol, Forum Camat, APDESI, dan Polres Cimahi.

Kehadiran FWMO diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan akan ekosistem pers digital yang sehat, independen, dan berbasis fakta di tengah pesatnya arus informasi.

Dalam momentum pelantikan tersebut, susunan kepengurusan inti FWMO KBB periode awal telah ditetapkan melalui Surat Keputusan No 001/FWMO-KBB/IX/2026. Anne Nurgusari terpilih sebagai Ketua Umum, didampingi oleh Vicky Nugraha sebagai Sekretaris, dan Dudung Durahman sebagai Bendahara.

Anne Nurgusari dalam pidato pertamanya menegaskan bahwa FWMO bukan ajang kompetisi antar-media, melainkan wadah silaturahmi dan penguatan profesi.

“Kami hadir bukan untuk bersaing, tetapi untuk bersinergi. Tugas kami adalah menyajikan berita yang independen, faktual, dan akurat. Media online harus menjadi jembatan informasi yang terpercaya bagi masyarakat, sekaligus mitra konstruktif bagi pemerintah, TNI, Polri, dan swasta,” ujar Anne.

FWMO KBB sebenarnya telah digagas sejak 20 Agustus 2026 oleh dua tokoh pers lokal, Asep Saepudin (Atek) dan Asep Dedi Setiawan (Ucok), bersama sejumlah pimpinan redaksi dan wartawan di wilayah Bandung Barat. Proses konsolidasi ini melibatkan seleksi ketat untuk memastikan pengurus yang kompeten dan berkomitmen terhadap kode etik jurnalistik.

Asep Saepudin, selaku pendiri, menyatakan keyakinannya terhadap tim pengurus baru. “Kami yakin para pengurus ini memiliki kompetensi tinggi untuk menggerakkan organisasi demi kepentingan bersama. Ini adalah langkah konkret untuk menyatukan suara pers digital yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Deklarasi yang dihadiri oleh kurang lebih 100 perwakilan media (online, cetak, dan elektronik) ini mendapat apresiasi positif dari jajaran pemerintah daerah. H. Dedi Koesnadi (Abah Dedi), yang bertindak sebagai Dewan Pembina FWMO, menyampaikan pesan penting agar organisasi ini tetap solid.

“Perjalanan FWMO masih panjang. Saya berpesan agar setiap permasalahan kecil diselesaikan melalui musyawarah internal. Jagalah nama baik forum ini. Keberhasilan deklarasi hari ini adalah awal dari kerja nyata ke depan,” pesan Abah Dedi.

Dengan terbentuknya FWMO KBB, diharapkan tercipta standar pemberitaan yang lebih berkualitas di wilayah Bandung Barat, serta memperkuat peran pers sebagai kontrol sosial yang mengedepankan kebenaran dan keseimbangan informasi.

*** Tjandraz ***