*Paskibraka Bandung Barat 2026: Seleksi Transparan Berbasis Online, Target Lahirkan 40 Putra-Putri Terbaik*

Kab. Bandung Barat* – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kembali menggelar seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 dengan sistem yang diklaim lebih transparan dan akuntabel.

Kepala pelaksana kegiatan menyebut, seluruh tahapan seleksi tahun ini berbasis online sejak awal pendaftaran. “Alhamdulillah, dari pelaksanaan ini yang pertama pendaftaran secara online dan transparan. Kedua, hasil dari setiap tahapan juga bisa langsung diakses peserta,” ujarnya, Sabtu 11/5/2026.

Seleksi Paskibraka KBB 2026 terdiri dari 8 tahapan. Setelah lolos administrasi, peserta akan menghadapi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), tes kesehatan, hingga wawancara kepribadian di tahap akhir.

Seluruh soal dan penilaian disebut langsung dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat. “Panitia daerah hanya melaksanakan. Sistemnya online, jadi tidak ada celah untuk intervensi,” tegasnya.

Untuk tes kesamaptaan jasmani, PBB, dan pantukhir, seleksi akan dipusatkan di Secapa AD, Lembang. Dari total 333 pendaftar awal, saat ini jumlah peserta masih stabil. Namun tercatat ada 70 orang yang gugur karena tidak mengikuti tahapan video sesuai ketentuan.

Target akhir, KBB akan melahirkan 40 anggota Paskibraka terbaik. Rinciannya: 38 orang bertugas di tingkat Kabupaten Bandung Barat, sementara 2 orang putra-putri akan dikirim mewakili KBB ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

Panitia optimistis, dari 40 orang terpilih nanti akan ada yang tembus ke tingkat nasional. Terakhir kali KBB mengirim wakil ke nasional adalah pada 2016. “Melihat kondisi fisik dan kesehatan anak-anak sekarang, Insyaallah kita bisa kembali melahirkan wakil untuk nasional,” kata dia.

Peserta seleksi tahun ini berasal dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Bandung Barat. Dengan sistem online, peluang disebut lebih merata. “Dulu bisa saja satu kecamatan tidak ada yang lolos. Sekarang berbasis sistem. Tidak ada jatah per kecamatan. Yang lolos benar-benar terbaik,” jelasnya.

Tim penguji melibatkan tim medis, tim kesehatan, dan tim dari Secapa AD untuk memastikan objektivitas. Tahapan lebih rinci, kata dia, akan disampaikan saat sambutan resmi pembukaan.**

Tjandra