MERIAH 4 HARI, DESA NANGGERANG CILILIN GELAR PHBN HUT RI KE-81 BERBARINGAN MILANGKALA KE-109
_Ribuan Warga Padati Rangkaian Karnaval, Lomba, Kesenian Tradisional Hingga Dangdutan Dewi dan Janet_
BANDUNG BARAT, ROIS7 Semangat kemerdekaan dan rasa syukur atas usia desa berpadu menjadi satu. Pemerintah Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, sukses menggelar peringatan *PHBN Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81* sekaligus *Milangkala Desa Nanggerang ke-109 Tahun 2026*.

Milangkala ke-109 ini dihitung sejak berdirinya Desa Nanggerang pada tahun *1917 hingga 2026*. Untuk memaknai momen bersejarah tersebut, panitia merancang rangkaian kegiatan selama *4 hari penuh*, mulai dari *Minggu, Senin, Selasa, hingga Rabu* bertempat di pusat Desa Nanggerang.
*Libatkan Seluruh Unsur Masyarakat: 9 RW 40 RT*
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda pemerintah desa, tetapi benar-benar milik warga. Seluruh elemen masyarakat dari *9 RW dan 40 RT* di Desa Nanggerang dilibatkan aktif, baik sebagai peserta, panitia, maupun penonton.

“Ini bukti kekompakan warga Nanggerang. Dari anak PAUD sampai orang tua, semua turun. Kita ingin peringatan tahun ini paling meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar salah satu panitia.
*Rangkaian Kegiatan: Dari Karnaval Hingga Dangdut Fullset*
Berbagai acara disiapkan untuk menghibur dan mempererat kebersamaan warga. Berikut rangkaian kegiatan selama 4 hari:
*1. Karnaval Kebangsaan dan Budaya*
Hari pertama dibuka dengan karnaval akbar. Ribuan peserta dari perwakilan setiap RW tampil dengan atribut merah putih, kostum adat Sunda, hingga kreasi daur ulang bertema lingkungan. Rute karnaval mengelilingi jalan utama desa dan disaksikan langsung oleh warga di sepanjang jalan.
2. Kompetisi Sepak Bola Piala Kades Nanggerang Berwibawa 2.
Lapangan desa menjadi pusat perhatian saat digelar turnamen sepak bola. Kompetisi ini dibagi ke dalam beberapa kategori: usia dini, remaja, dan dewasa. Tujuannya bukan hanya mencari juara, tapi juga menjadi ajang silaturahmi antar RW dan pembinaan bibit pesepakbola desa.
*3. Kesenian Tradisional: Calung, Angklung, dan Lainnya*
Sebagai bentuk pelestarian budaya, panggung kesenian menampilkan *Calung, Angklung, Tari Kreasi Sunda, dan Pencak Silat*. Penampilan anak-anak sekolah dan sanggar seni lokal mendapat tepuk tangan meriah dari penonton.
*4. Permainan Tradisional*
Lomba-lomba khas 17 Agustus kembali dihidupkan. Ada balap karung, tarik tambang antar RT, panjat pinang, makan kerupuk, hingga egrang. Gelak tawa dan sorak sorai mewarnai setiap perlombaan.
*5. Kreasi Seni Anak PAUD dan SD*
Anak-anak PAUD dan SD se-Desa Nanggerang tampil membawakan tarian, paduan suara lagu nasional, dan drama pendek bertema kepahlawanan. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai nasionalisme sejak dini.
*6. Puncak Acara: Hiburan Dangdut Fullset*
Puncak kemeriahan Milangkala ditutup dengan hiburan *Dangdut Fullset*. Warga bergoyang bersama diiringi suara merdu penyanyi ibukota *Dewi dan Janet*. Lampu sorot, sound system besar, dan antusiasme warga membuat suasana semakin pecah hingga malam hari.
*Pesan Kepala Desa: Jadikan Momentum untuk Membangun*
Kepala Desa Nanggerang, *Rahmat Wibowo*, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh warga.
“Alhamdulillah di usia 109 tahun, Desa Nanggerang masih diberikan kesehatan dan kekompakan. PHBN dan Milangkala ini bukan hanya pesta, tapi momentum kita untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan semangat membangun desa. Harapan saya, di tahun-tahun mendatang Nanggerang semakin maju, UMKM nya tumbuh, dan warganya sejahtera,” tegas Kades Rahmat Wibowo.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari seluruh RW, RT, BPD, Karang Taruna, PKK, dan para sponsor yang ikut menyukseskan acara.
*Antusiasme Warga Luar Biasa*
Sejak hari pertama, warga sudah memadati lokasi kegiatan. Para pedagang UMKM lokal juga kebanjiran pembeli. Banyak warga perantauan yang sengaja pulang kampung untuk ikut merayakan.
Ibu Yanti, warga RW 03 mengatakan: “Sudah lama kita tidak seramai ini. Ada lomba, ada kesenian, malamnya dangdutan. Anak-anak juga senang. Semoga tahun depan lebih meriah lagi.”
Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan *aman, tertib, dan kondusif* dengan pengamanan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Linmas desa.
Perayaan PHBN dan Milangkala ke-109 Desa Nanggerang ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dan cinta tanah air masih sangat hidup di tengah masyarakat.








