Genap 144 Tahun, Desa Lembang Gelar ‘Milangkala’ Meriah: Sunatan Massal hingga Penghormatan bagi Keluarga Mantan Kades

 

LEMBANG – 17/10/26 Memasuki usia ke-144 tahun, Pemerintah Desa (Pemdes) Lembang menggelar perayaan Hari Jadi Desa atau yang dikenal dengan tradisi “Milangkala”. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini dirancang tidak hanya sebagai seremonial sejarah, tetapi juga sebagai ajang perekat sosial melalui berbagai kegiatan keagamaan, budaya, dan aksi kemanusiaan.

Berdasarkan catatan sejarah, Desa Lembang resmi berdiri pada 16 Oktober 1882 dengan kepala desa pertama berasal dari keturunan Belanda, Fredrik A. Sjacob. Kini, di bawah kepemimpinan Kepala Desa H. Dikdik Sadikin, S.IP, tradisi Milangkala kembali digelorakan dengan harapan menjadi agenda tahunan yang konsisten.

H. Dikdik Sadikin menekankan bahwa perayaan ini bukan milik eksklusif aparatur desa, melainkan milik seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk terlibat aktif agar suasana perayaan semakin bergelora.

“Tujuan utamanya adalah mengenang jasa para pendiri desa dan pahlawan lokal. Kami ingin estafet kepemimpinan selanjutnya tetap melestarikan tradisi ini,” ujar H. Dikdik dalam keterangannya, belum lama ini.

Ia menambahkan, meskipun baru dua kali terlaksana secara resmi di masa jabatannya, ia berkomitmen menjadikan Milangkala sebagai kalender tetap desa untuk memperkuat identitas dan kebersamaan warga.

Perayaan puncak yang dimulai sejak pertengahan Oktober ini mengusung konsep kolaboratif. Berikut adalah highlight kegiatan yang diselenggarakan:

1. Aksi Sosial & Kemanusiaan:
* Pelaksanaan sunatan massal gratis untuk 10 anak.
* Penyaluran santunan bagi kaum lansia (jompo).
* Bantuan khusus untuk anak yatim piatu yang masih bersekolah.
2. Kegiatan Keagamaan:
* Gelaran Tabligh Akbar yang melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Lembang.
* Partisipasi aktif majelis taklim dari seluruh wilayah desa.
3. Pentas Seni & Hiburan:
* Pertunjukan kesenian hasil swadaya setiap Rukun Warga (RW).
* Dukungan sponsor swasta dan kolaborasi dengan Radio Cakra untuk memeriahkan suasana.

Salah satu poin menarik dalam perayaan ke-144 ini adalah adanya gesture penghormatan terhadap sejarah kepemimpinan desa. Panitia secara khusus mengundang keluarga dari para mantan kepala desa yang telah meninggal dunia.

Selain itu, sebagai bentuk apresiasi, Pemdes Lembang menyerahkan cinderamata kepada anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang masa jabatannya telah berakhir, serta kepada ahli waris mantan kepala desa. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga silaturahmi lintas generasi pemimpin desa.

Acara puncak turut dihadiri oleh unsur Forkopimcam (Camat, Kapolsek, Danramil), Dewan, lembaga desa (LPMD, PPK), tokoh agama, tokoh perempuan, serta masyarakat luas.

Dengan rangkaian acara yang beragam, Desa Lembang berharap perayaan Milangkala ke-144 ini dapat menjadi momentum untuk mempererat kerukunan antarwarga dan membangun optimisme menuju tata kelola desa yang lebih baik di masa depan.

**** Tjandraz ****