Jalan Kabupaten Terputus: Longsor Gunung Majapahit Lumpuhkan Ruas Rancapanggung-Sukamulya
BANDUNG BARAT ROIS7
Akses vital yang menghubungkan ruas jalan kabupaten antara Desa Rancapanggung kecamatan cililin KBB dan desa Sukamulya kabupaten bandunghingga batas Kutawaringin saat ini mengalami lumpuh total. Hal ini menyusul terjadinya longsor tebing di kawasan Gunung Majapahit, tepatnya di Kampung Cikoneng, RW 12, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Senin, 09/02
Peristiwa yang terjadi pada tanggal 1 Februari 2026 tersebut menyisakan pemandangan mengerikan berupa bongkahan batu raksasa dan material tanah yang menutup seluruh badan jalan.
Jalan Sama Sekali Tidak Bisa Dilalui
Kepala Desa Mukapayung, Yanto (Anto), mengonfirmasi bahwa kondisi di titik longsor Gunung Majapahit sangat mengkhawatirkan dan membahayakan keselamatan warga. Material longsor yang didominasi batu berukuran besar membuat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak dapat melintas.
“Kondisinya saat ini jalan benar-benar tidak bisa dilalui. Material batu dari tebing Gunung Majapahit menutup akses utama warga,” ujar Yanto (Anto) saat memberikan keterangan terkait situasi di lapangan.
Ancaman Bagi Aktivitas Ekonomi dan Mobilitas Warga
Terputusnya jalur ini membawa dampak serius bagi mobilitas masyarakat di perbatasan wilayah Cililin dan Kutawaringin. Warga yang bergantung pada jalur ini untuk distribusi hasil bumi dan aktivitas harian kini terpaksa mencari jalan alternatif yang jauh lebih jauh, atau bahkan terisolasi sementara waktu.
Fakta situasi di titik longsor Kampung Cikoneng:
Kejadian: 1 Februari 2026.
Lokasi: Tebing/Gunung Majapahit, Kp. Cikoneng RW 12.
Kondisi Material: Didominasi batu besar yang memerlukan alat berat untuk evakuasi.
Status Jalan: Lumpuh total/tidak bisa dilalui kendaraan.
Desakan Penanganan Segera
Mengingat besarnya material batu yang menutup jalan, evakuasi manual dinilai mustahil dilakukan. Pemerintah Desa dan warga setempat sangat berharap adanya intervensi cepat dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui dinas terkait untuk segera menurunkan alat berat ke lokasi.
Kekhawatiran warga semakin meningkat mengingat cuaca yang masih tidak menentu, yang dikhawatirkan dapat memicu longsor susulan dari sisa tebing Gunung Majapahit yang masih labil.







