Dongkrak Kualitas Guru PAUD, Wabup Asep Ismail Tutup Pelatihan Public Speaking dan Gerak Lagu HIMPAUDI KBB
BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan Pelatihan Public Speaking serta Gerak dan Lagu yang digelar oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Bandung Barat, yang secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, di Balai Besar Pelatihan Manajemen Pemerintahan (BBPMP) Padalarang, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan strategis ini dirancang khusus untuk membekali para guru PAUD dengan keterampilan komunikasi efektif dan metode pembelajaran kreatif yang sesuai dengan perkembangan psikologis anak.
Dalam sambutannya, Asep Ismail menyoroti pentingnya kemampuan public speaking bagi seorang pendidik PAUD. Menurutnya, keterampilan ini bukan sekadar kemampuan berbicara di depan umum, melainkan alat vital untuk membangun jembatan komunikasi yang kuat antara guru, siswa, dan orang tua.

“Guru PAUD memegang peran sentral dalam membentuk fondasi karakter anak. Kemampuan berkomunikasi secara efektif sangat diperlukan agar pesan pendidikan dapat tersampaikan dengan baik, tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga dalam membangun kemitraan dengan orang tua,” ungkap Asep.
Selain aspek verbal, pelatihan juga menekankan pada metode gerak dan lagu. Asep menilai pendekatan ini mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (joyful learning), yang secara simultan mendukung perkembangan motorik, bahasa, kreativitas, hingga kemampuan sosial emosional anak.
Wakil Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus HIMPAUDI Kabupaten Bandung Barat atas inisiatif menyelenggarakan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan lapangan tersebut. Ia menegaskan bahwa profesionalisme guru PAUD adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
“Saya berharap peserta tidak hanya menyerap teori, tetapi aktif menerapkan ilmu yang diperoleh langsung di satuan PAUD masing-masing. Inovasi dalam mengajar adalah kunci untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kreatif, dan berkarakter,” tegasnya.
Menutup acara, Asep Ismail mengingatkan bahwa peningkatan kualitas PAUD tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi profesi seperti HIMPAUDI, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat luas, untuk berkolaborasi secara sinergis.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kita yakin dapat menciptakan ekosistem pendidikan anak usia dini yang kondusif dan berkualitas di Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan perwakilan guru PAUD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, yang diharapkan akan menjadi agen perubahan dalam metode pengajaran di tingkat satuan pendidikan dasar….*** Tjandraz ***








