Warga Cikadu Sindangkerta Ngamuk! Tiang PJU dan TPT Ambruk Dihantam Truk Molen Proyek Jembatan, Pelaksana Diduga Lepas Tangan
BANDUNG BARAT ROIS 7
Kemarahan warga Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, memuncak. Pasalnya, akses vital jalan penghubung antara Desa Cikadu menuju Desa Rancasenggang lumpuh sebagian setelah tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) ambruk dan Tembok Penahan Tanah (TPT) hancur berkeping-keping.
Kerusakan parah ini diduga kuat akibat dilindas oleh armada truk molen berukuran besar bermuatan adukan beton cor yang melintas untuk menyuplai proyek pembangunan jembatan di wilayah Desa Rancasenggang, Kecamatan Sindangkerta.

Salah seorang tokoh warga setempat, Sopyan alias Utok, dengan nada geram mengungkapkan kekecewaannya atas sikap pihak kontraktor (CV/PT) pelaksana proyek yang terkesan abai dan lari dari tanggung jawab.
“Sudah beberapa kali kami mendatangi lokasi proyek yang berada di Kampung Bojongloa, baik kepada mandor maupun pimpinan proyeknya, tetapi mereka seolah-olah tidak mau bertanggung jawab. Akibat ulah mereka, jalan di perkampungan kami sudah satu minggu gelap gulita karena PJU ambruk dihantam mobil molen,” ujar Utok dengan nada tinggi, Minggu (1/11/2026).
Ancam Lapor APH dan Desak Dinas PUPR Hentikan Proyek
Utok menegaskan, warga tidak akan tinggal diam melihat fasilitas umum di desanya rusak parah akibat aktivitas proyek pihak ketiga yang dinilai ugal-ugalan dan merugikan masyarakat. Pihaknya memberikan ultimatum tegas kepada pihak pemborong untuk segera melakukan perbaikan secara tuntas.
Jika dalam waktu dekat tidak adaitik terang atau itikad baik dari pihak perusahaan, warga Desa Cikadu mengancam akan menempuh jalur hukum serta mendatangkan instansi berwenang.
“Kami akan melaporkan masalah perusakan fasilitas umum ini ke Aparat Penegak Hukum (APH). Selain itu, kami juga akan mendesak Dinas PUPR Kabupaten Bandung Barat agar segera turun tangan dan menghentikan sementara pekerjaan CV atau PT tersebut sampai mereka mau bertanggung jawab penuh membetulkan PJU dan TPT yang hancur,” tandas Utok.
Warga Minta Ketegasan Pemerintah Desa dan Kecamatan
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Cikadu mendesak agar Pemerintah Desa Cikadu, Pemerintah Desa Rancasenggang, serta pihak Forkopimcam Sindangkerta segera memediasi persoalan ini. Warga berharap pihak pelaksana proyek pembangunan jembatan tidak hanya mengambil keuntungan material dengan mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga pengguna jalan, melainkan turut menjaga fasilitas umum di jalur mobilitas proyek.
Tim Redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek, mandor lapangan, serta Dinas PUPR Kabupaten Bandung Barat terkait insiden ini.serta menunggu hak jawab / klarifikasi dari pimpinan proyek maupun dinas PUPR KBB
(Red)








