Rasa Prihatin atas Kemarau Panjang, Ketua Umum JAWARA Ustadz Agus Hari (Ashoka) Ajak Umat Berdoa Memohon Hujan

BANDUNG BARAT ROIS7

Memasuki bulan kesembilan tanpa curah hujan yang memadai, kondisi kekeringan kian memprihatinkan dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya para petani yang mengandalkan ketersediaan air untuk lahan pertanian mereka. Menanggapi kondisi tersebut,

Ketua Jaringan Wahana Rakyat (JAWARA). Ustadz Agus Hari yang akrab disapa Ashoka
menyampaikan rasa keprihatinannya sekaligus memohon doa kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa berkah.

Pernyataan tersebut disampaikan Ashoka saat ditemui di Sekretariat JAWARA pada Minggu (20/9). Ia menyoroti perjuangan para petani dan warga yang kini mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi saudara-saudara kita, terutama para petani yang bergantung pada air untuk mata pencaharian mereka, serta masyarakat umum yang kini harus berjuang mendapatkan air bersih. Sudah hampir lebih dari sembilan bulan wilayah kita tidak diguyur hujan. Mari kita rendahkan hati, memperbanyak istigfar, dan memohon pertolongan kepada Allah SWT agar melimpahkan rahmat-Nya berupa hujan yang bermanfaat,” ujar Ashoka.

Dalam Islam, ikhtiar batin ketika menghadapi musibah kemarau panjang sangat dianjurkan melalui doa dan shalat Istisqa. Hal ini sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”
(HR. Bukhari No. 1014 dan Muslim No. 897)

Ashoka juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, saling membantu anta warga yang terdampak, serta menghemat penggunaan air bersih selama masa sulit ini. Ia berharap doa bersama dan permohonan yang dipanjatkan oleh masyarakat dapat diijabah oleh Allah SWT sehingga musibah kekeringan ini segera berakhir.