Wabup Asep Ismail Minta Baznas KBB Fokus Tangani Kemiskinan dan Stunting, Realisasi Dana Zakat Baru Capai 1 Persen

BANDUNG BARAT – Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB), H. Asep Ismail, M.Si, mendorong penguatan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) KBB. Langkah strategis ini ditujukan agar peran lembaga zakat dapat memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan Wabup Asep Ismail usai memimpin kegiatan evaluasi kinerja dan program kerja Baznas KBB, Kamis (16/04/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya sinkronisasi program agar sejalan dengan arah pembangunan daerah.

“Kami berharap seluruh program yang dijalankan Baznas dapat menyatu dan selaras dengan visi-misi ‘Amanah’ yang kami usung bersama Bupati. Fokus utamanya harus menyentuh isu-isu krusial yang menjadi prioritas pembangunan kita,” ungkap H. Asep Ismail.

Lebih lanjut, Wabup memberikan instruksi khusus agar penyaluran dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) diarahkan secara masif untuk dua masalah utama, yaitu pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting. Kedua isu ini dinilai sangat strategis dan telah tertuang dalam visi ‘Agamis’ KBB.

“Terkait pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting, ini harus menjadi program prioritas utama. Dana yang terkumpul harus mampu menjawab tantangan sosial ekonomi yang ada di masyarakat,” tegasnya.

Selain berjalan selaras dengan program daerah, Asep Ismail juga menegaskan bahwa langkah ini juga harus sejalan dengan Program Strategis Nasional (PSN) serta visi besar “Jabar Istimewa” yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga tercipta kesinambungan pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah.

Menanggapi mekanisme pengelolaan dana, Wabup memastikan bahwa Baznas KBB akan terus berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariah dan transparansi. Menurutnya, dasar hukum dan alur penyaluran sudah sangat jelas diatur dalam agama.

“Urusan zakat ini sudah sangat jelas aturannya dalam Al-Qur’an, ada asnaf atau golongan yang berhak menerimanya. Jadi tinggal kita ikuti anjuran tersebut. Jalurnya sudah jelas, sehingga pengelolaannya pun harus tetap amanah dan terpercaya,” jelasnya.

Dalam evaluasi tersebut, tercatat adanya tren positif atau peningkatan dalam penghimpunan dana dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Wabup Asep Ismail menyoroti bahwa potensi zakat di KBB sebenarnya masih sangat besar dan belum tergali secara optimal.

Berdasarkan data yang ada, realisasi pengumpulan dana saat ini baru menyentuh angka 1 persen dari total potensi yang seharusnya bisa dihimpun dari penduduk muslim di KBB.

“Kami tentu mengapresiasi progres yang ada. Namun, harapan saya ke depannya dengan sinergi yang lebih baik, kita bisa menaikkan angka tersebut minimal hingga 20 persen. Idealnya tentu harus sesuai dengan jumlah populasi muslim yang ada,” pungkasnya.

Dengan adanya arahan ini, diharapkan Baznas KBB dapat semakin menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Bandung Barat yang tidak hanya maju dan sejahtera, tetapi juga bernuansa religius.***

Lip : TJANDRA