Satu Tahun Terjebak di Perkebunan Sawit Sorong, Satu Keluarga Asal Cikalongwetan Berharap Bisa Pulang

 

BANDUNG BARAT ROIS7

 

Kisah pilu menyelimuti satu keluarga asal Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Berniat mengadu nasib demi menyambung hidup ke Sorong, Papua Barat Daya,

 

keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri dan dua anak yang masih kecil ini justru terdampar dan kini harus menyambung hidup di bawah perlindungan Dinas Sosial Kota Sorong karena tidak memiliki biaya untuk pulang.

 

Berdasarkan surat resmi dari Dinas Sosial Kota Sorong dengan nomor 400.9/3757/IV/2026, keluarga tersebut diidentifikasi atas nama Ade Halidan (Kepala Keluarga), Peni Herawati (Istri), serta dua buah hati mereka, M. Nurfadilah dan Rizki Thermawan.

 

Terjebak Janji Manis Perkebunan Kelapa Sawit

 

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, keluarga ini telah meninggalkan kampung halaman lebih dari satu tahun yang lalu. Mereka tergiur oleh ajakan untuk bekerja di salah satu sektor perkebunan kelapa sawit di Papua dengan harapan bisa memperbaiki taraf ekonomi keluarga.

 

Namun, kenyataan di perantauan justru berbanding terbalik dengan janji-janji manis yang diterima. Penghasilan atau gaji yang didapatkan diduga kuat tidak sesuai dengan kesepakatan awal dan jauh dari kata layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alih-alih bisa menabung untuk modal pulang, jangankan untuk membeli tiket kapal atau pesawat, untuk sekadar bertahan hidup pun mereka mengalami kesulitan yang teramat sangat.

 

Terjebak dalam kemiskinan di tanah rantau yang jauh dari sanak saudara, keluarga kecil ini akhirnya telantar. Beruntung, pihak Dinas Sosial Kota Sorong segera mengamankan mereka guna melakukan asesmen awal dan memberikan tempat bernaung sementara. Namun, keterbatasan anggaran program pemulangan orang telantar di Dinas Sosial Kota Sorong membuat proses kepulangan mereka ke Jawa Barat sempat menemui jalan buntu.

 

Aduan Keluarga dan Respons Cepat Dinsos KBB

 

Titik terang mulai muncul setelah pihak keluarga korban yang berada di Kabupaten Bandung Barat berhasil menghubungi ketua RW 01 Desa puteran Didin Supriyadi untuk meminta pertolongan. Laporan tersebut langsung diteruskan secara cepat kepada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat.

 

Langkah responsif langsung ditunjukkan oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Kabid Linjamsos) Dinsos KBB, Pak Rizal. Setelah menerima laporan aduan terkait adanya warga Cikalongwetan yang telantar di Sorong, beliau langsung melakukan koordinasi dan menindaklanjuti berkas permohonan pemulangan tersebut.

 

“Alhamdulillah, setelah kami laporkan, respons dari Pak Kabid Linjamsos sangat cepat dan tanggap terhadap nasib warga kami yang sedang kesulitan di Papua,” ujar Didin supriyadi yang mengawal kasus ini.

 

Saat ini, pihak Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat tengah menjalin komunikasi intensif dan menunggu regulasi serta keputusan teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terkait proses fasilitasi penjemputan atau pemulangan satu keluarga tersebut agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga besar di Desa Puteran.

 

Isak tangis dan harapan kini menggelayuti perasaan keluarga Ade Halidan di Sorong. Di tengah ketidakpastian, mereka hanya bisa berdoa agar pemerintah daerah segera memulangkan mereka dari dinginnya ruang penampungan sosial, menuju hangatnya rumah halaman sendiri.