Puncak Milangkala ke-42 Desa Tugumukti Dimeriahkan Wayang Golek Ki Dalang Yogaswara Sunandar, Pererat Silaturahmi Warga dan Pemerintah

 

BANDUNG BARAT – Suasana haru dan meriah menyelimuti halaman depan Kantor Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (31/8/2026). Ribuan warga tumpah ruah menghadiri puncak acara perayaan Milangkala (Ulang Tahun) Desa Tugumukti yang ke-42. Acara ini menjadi penutup dari serangkaian kegiatan HUT RI ke-81 yang digelar selama empat hari terakhir.

Puncak perayaan kali ini menghadirkan hiburan budaya tradisional yang sangat dinantikan, yakni pertunjukan Wayang Golek oleh dalang kondang, Ki Dalang Yogaswara Sunandar, S.I.Kom. Kehadiran sang dalang berhasil memukau penonton dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, yang antusias mengikuti alur cerita pewayangan semalam suntuk.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dan tokoh masyarakat, menunjukkan kuatnya dukungan terhadap pelestarian budaya dan kebersamaan desa. Turut hadir dalam kesempatan tersebut:
* Camat Cisarua
* Kapolsek Cisarua
* Danramil Cisarua
* Kepala Desa Tugumukti, Nandang Suherman
* Ketua TP-PKK Desa Tugumukti, Ny. Ayi Komariah
* Ketua BPD, Ketua BUMDES, serta Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
* Para Kepala Desa se-Kecamatan Cisarua
* Seluruh Ketua RT/RW, Pengurus Karangtaruna, Babinsa, Babinmas, serta tokoh masyarakat setempat.

Kehadiran para Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) dan elemen masyarakat lainnya menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar hiburan, melainkan momen strategis untuk memperkuat kohesi sosial di wilayah Cisarua.

Kepala Desa Tugumukti, Nandang Suherman, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Ia menjelaskan bahwa perayaan Milangkala ke-42 ini dirangkaikan dengan peringatan HUT RI ke-81 melalui empat hari kegiatan yang padat dan bermakna.

“Kegiatan ini berlangsung selama empat hari. Rangkaian acaranya sangat variatif, dimulai dari Karnaval antar RW se-Desa Tugumukti yang penuh kreativitas, dilanjutkan dengan hiburan rakyat, pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW, dan ditutup malam ini dengan pagelaran Wayang Golek,” ujar Nandang.

Yang menjadi catatan istimewa, seluruh anggaran untuk kegiatan hari tersebut murni berasal dari swadaya masyarakat. Tidak ada beban anggaran desa (APBDes) yang digunakan, melainkan hasil gotong royong dan kontribusi sukarela dari warga, pengusaha lokal, serta dukungan dari BUMDES dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hal ini membuktikan tingginya rasa memiliki dan partisipasi aktif warga Tugumukti dalam membangun desanya.

Lebih jauh, Nandang menekankan bahwa inti dari perayaan ini adalah mempererat tali silaturahmi antara pemerintah desa dengan masyarakat. Ia juga membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi warga.

“Acara ini intinya adalah silaturahmi. Kami ingin menunjukkan bahwa pintu Desa selalu terbuka. Masyarakat bebas menyampaikan aspirasinya demi pembangunan dan kemajuan Desa Tugumukti ke depannya. Dengan komunikasi yang baik, insya Allah pembangunan akan lebih terarah sesuai kebutuhan warga,” tambah Nandang.

Pertunjukan wayang yang dibawakan Ki Dalang Yogaswara Sunandar tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media penyampaian pesan-pesan moral dan pembangunan kepada masyarakat melalui bahasa seni yang akrab di telinga warga Sunda.

Dengan berakhirnya acara Milangkala ke-42 ini, diharapkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah terbangun dapat terus dipelihara untuk mewujudkan Desa Tugumukti yang lebih maju, mandiri, dan berbudaya.

*** Tjandraz ***