Merayakan Milangkala ke-176 Desa Cigugur Girang: Mengusung Tema “Jika Dirawat Maka Akan Bermanfaat”, Wargi Parongpong Siap Sambut Pesta Rakyat Dua Hari

 

BANDUNG BARAT – 22/8/2026 Pemerintah Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, akan menggelar perayaan Hari Jadi atau Milangkala Desa yang ke-176. Acara akbar ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 22 hingga 23 Agustus 2026.

Kepala Desa Cigugur Girang, Priana, S.E., M.IP., menegaskan bahwa perayaan tahun ini tidak sekadar seremonial, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

Mengusung tema “Jika Dirawat Maka Akan Bermanfaat”, perayaan kali ini menekankan pentingnya kesadaran warga untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

“Tema ini diangkat sebagai pengingat bahwa alam dan lingkungan adalah aset utama kita. Jika kita menjaganya dengan baik, maka alam akan memberikan manfaat balik bagi kesejahteraan kita semua,” ujar Kades Priana dalam keterangannya.

Selain aspek lingkungan, acara ini juga dimaknai sebagai momentum silaturahmi antarwarga, wadah kreasi seni, serta penyediaan hiburan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk menyukseskan acara bergengsi ini, Pemdes Cigugur Girang telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak swasta dan perusahaan. Beberapa mitra strategis yang terlibat antara lain:
* PT Ateja
* Industri Tekstil lokal
* Perusahaan Makanan dan Minuman
* PT Wahana

Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan acara serta memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha lokal di sekitar desa.

Perayaan Milangkala ke-176 ini dikemas dengan rangkaian acara yang padat dan meriah, melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat:

Hari Pertama (22 Agustus 2026):
* Siang/Sore: Penampilan hiburan dan kesenian dari perwakilan setiap Rukun Warga (RW) se-Desa Cigugur Girang. Ini menjadi ajang unjuk kreativitas dan kebanggaan tiap wilayah.
* Malam: Acara Tausiah Agama untuk mempererat sisi spiritual dan kebersamaan warga.

Hari Kedua (23 Agustus 2026):
* Pagi/Siang: Kegiatan Gerak Jalan yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar hingga kelompok komunitas.
* Sore: Pembagian Doorprize sebagai bentuk apresiasi bagi peserta dan pengunjung.
* Malam (Acara Puncak): Pertunjukan Wayang Golek yang dibawakan oleh maestro dalang, Putu Giriharja, dengan iringan gamelan dipimpin oleh Dalang Kanha Ade Kosasih Sunarya. Pertunjukan ini diharapkan menjadi penutup yang spektakuler dan melestarikan budaya Sunda.

Pemerintah Desa Cigugur Girang mengundang seluruh warga, tokoh masyarakat, serta pengunjung dari luar daerah untuk hadir dan memeriahkan acara ini. Diharapkan melalui perayaan ini, semangat gotong royong, cinta lingkungan, dan pelestarian budaya terus terjaga di tengah dinamika zaman.

Tjandraz.